Posts

Mendaki Borobudur, Membaca Sejarah Budha

Ini perjalanan ke sekian kalinya ke Borobudur. Menyusuri jejak-jejak sejarah peradaban Budha di Indonesia. Kali ini dengan seorang murid dari Belanda. Jam 08.00 kami berangkat dari Alam Bahasa Indonesia, tempatku bekerja sebagai guru bahasa Indonesia untuk orang asing. Perjalanan satu jam yang penuh obrolan ringan cukup untuk membunuh waktu. Memasuki kawasan Borobudur sopir menyuruhku untuk membeli tiket di calo. Rp 120.000 katanya. Aku tidak mau. Seperti biasa aku ingin melewati jalur yang sewajarnya. "Satu tiket asing," kataku pada petugas tiket. "15 dollar atau seratus tiga puluh lima ribu rupiah." Kuulurkan lembaran senilai seratus lima puluh ribu dan petugas mengembalikan lima belas ribu rupiah. Petugas entrance mengecek tiket dan dia bertanya padaku perihal tiketku. Kubilang aku sudah biasa ke Borobudur membawa murid asing dan biasanya tidak pakai tiket. Petugas pun menyilakan kami untuk masuk kebetulan aku memakai baju batik yang merupakan ikon guide Borob...

Sebuah Catatan tentang Menunggu (Dari catatan FB)

waiting…….. Kata Gigi menunggu itu bosan, bosan yang memusingkanku….kalau dipikir-pikir bener juga tuh,.,menunggu itu membosankan, bahkan dalam sebuah adegan di film Jomblo dikatakan kalau "cinta itu bisa datang dan pergi tapi cinta itu nggak bisa menunggu" dan smua itu bener apalagi klau menunggu tanpa waktu…..(wuihh) Apapun bahasanya menunggu itu emang ga ngenakin,. bayangin aja kalau kita janjian truzz dah datang ontime ternyata orang yang kita tunggu ngaret…pasti sangat menyebalkan tuh,.,., kalau emang ga mau menunggu jangan suka bikin org lain menunggu donk,.,karena menunggu itu menyakitkan… Coba bercermin pada diri kita, kita sering merasa dongkol kalau orang yang kita ajak janjian atau ngajak janjian nggak ontime padahal kalau kita telusur kadang kita juga kaya gitu. Hal ini karena sudah menjadi ciri khas kalau orang Indonesia suka ngaret. Kalau kita tilik sejarahnya ternyata budaya ngaret itu muncul sebenarnya dari pepatah,.,bagaimana itu bisa terjadi?? li...

“Dari Korban Hegemoni Patriarkis sampai Ingin Jadi Superhero”

(Seputar Pertanyaan Kenapa Laki-laki Lebih Memilih Perempuan yang Tergantung Padanya daripada Perempuan Mandiri) Beberapa bulan yang lalu, saya berbincang dengan mantan pacar saya (saat itu masih pacar tentunya) tentang sebagian pasangan yang ketergantungan berlebih pada pasangannya. Ia berkata, “Kamu jangan pernah tergantung padaku, kamu harus mandiri dan berlaku seperti biasa sebelum kita pacaran, karena nanti kalau kita putus, aku sih berharap kalau kita tidak putus, tetapi kalau memang suatu saat nanti kita harus putus luka yang kita tanggung tidak akan seberat ketika kau sudah terlanjur tergantung padaku.” Benar saja ketika akhirnya hubungan kami berakhir, saya masih bisa berdiri sendiri dan meskipun berat tapi bisa lebih cepat mengikis rasa sakit itu sampai akhirnya saya bisa penggantinya. Tak berselang begitu lama, saya bertemu dengan seorang kawan, kami sudah lama tidak berkomunikasi. Seperti halnya perempuan pada umumnya kami berbincang masalah hubungan dengan laki-laki. Saya ...

Ada Luka

: Ada luka, ketika kau pun akhirnya pergi Ada tangis ketika akhirnya kau tak kembali Tak ada lagi penggalan kisah yang bisa kita rangkai Tak ada lagi puntung-puntung kenangan yang bisa kita kumpulkan Untuk mengingat bahwa pernah ada kisah yang terjalin Akhirnya semua kembali seperti biasa Dan aku benar-benar telah kehilanganmu....... 3 Mei 2009

Mungkin Aku Lupa

:Ir Mungkin aku lupa Pernah ada cerita indah Pada malammalam saat kita beradu argumen Tentang kisahkisah yang pernah kita baca Mungkin aku lupa pernah ada kisah Yang berulang kita debatkan Dan tak jarang membuat kita tak menyelesaikan Percakapan pada malammalam panjang kita Ketika kita tak percaya lagi pada kata Ketika kita tak lagi bisa saling beretorika Mungkin aku lupa Tapi aku tahu kau berharap aku bisa mengingatnya Dan menyelesaikan penggalan kisahkisah lama Yang belum sempat kita rangkai……

PEMAKAIAN BAHASA PROKEM SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DI KALANGAN REMAJA

Image
--> Salah satu yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya adalah dengan berkomunikasi. Untuk berkomunikasi dibutuhkan suatu media yaitu bahasa.Manusia tidak mungkin berinteraksi tanpa bahasa. Dalam berbagai bahasa terdapat terdapat berbagai ragam yang memiliki variasi-variasi tertentu. Remaja adalah salah satu bagian dari masyarakat yang juga menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Bahasa yang dipakai remaja dalam berkomunikasi pun bermacam-macam ragamnya, bahasa yang digunakan itu merupakan bahasa yang biasa kita pakai sehari-hari atau campuran antara bahasa Indonesia , bahasa daerah, dan bahasa asing. Dari bahasa yang digunakan ini ada sejumlah kosa kata yang dapat dipahami, tetapi ada yang tidak dapat dipahami. Bahasa yang digunakan remaja sering berubah, hal ini terkait dengan pribadi remaja yang masih labil. Salah satu ragam bahasa yang dipakai oleh remaja adalah bahasa prokem. Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi ini merupakan bahasa san...

Matematika Hatimu

Aku tak biasa mengeja pikiranmu Seperti saat mengeja abjad-abjad Atau angka-angka dan huruf pada persamaan linear Bahkan pada persamaan aljabar yang harus kuselesaikan Untuk sekedar menemukan bilangan x atau y Aku bukan peramal Tak biasa menduga kedalaman hatimu Atau mengukur luas maupun volumenya Seperti ketika aku belajar dimensi tiga Menghitung luas dan volum kubus, kerucut, atau bangun ruang lain Hati dan pikiranmu adalah ruangan yang tak kutahu bentuknya tak bisa kuhitung dalam dan luasnya tak juga bisa kutakar nilainya dalam bilangan nol hingga sepuluh bahkan sejuta karena itu katakanlah terus terang jangan kau gunakan lambang-lambang apalagi persamaan maupun perbandingan Karena yang kau rasa Tak bisa terselesaikan dengan rumus-rumus atau kau kira-kira seperti saat menjawab pilihan ganda sebagaimana kau menyelesaikan soal matematika....