<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530</id><updated>2012-01-18T06:35:27.152-08:00</updated><category term='Catatan Perjalanan'/><category term='Semacam Curhat'/><category term='Semacam Share Pengalaman'/><category term='catatan saja'/><category term='Semacam Puisi'/><title type='text'>Mengalir Saja!!!!</title><subtitle type='html'>Aku hanya mengalir!! 
melukiskan semua...lewat kata!!</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>33</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-3526961484419606468</id><published>2010-12-12T21:49:00.000-08:00</published><updated>2010-12-12T21:49:12.445-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semacam Share Pengalaman'/><title type='text'>Dan Guru pun Bisa Belajar dari Murid</title><content type='html'>Akan selalu ada yang pertama. Setelah training yang melelahkan selama tiga bulan akhirnya aku mendapatkan kesempatan pertama untuk mengajar di lembaga ini, Alam Bahasa. Adalah James Wellstead, orang Kanada yang menjadi murid pertamaku Senin siang itu, 11 Januari 2010. Mulanya aku khawatir kalau aku akan gugup seperti biasanya ketika aku mikro teaching di kelas training, tapi aku berusaha menjaga kepercayaan dalam diriku ”bahwa aku mampu dan aku bisa, dia baru mulai belajar bahasa Indonesia dan aku sudah belajar bahasa Indonesia sejak TK bahkan sampai aku menyelesaikan studi di universitas”. Kusiapkan semuanya dengan hati-hati dan pukul 10.15 rasa penasaran itu terjawab. Semua tak sesulit yang aku bayangkan bahkan lancar saja. Muridku yang lumayan pintar sehingga yang aku latihkan bisa dia tangkap dengan mudah. Dan aku menikmati pengalaman mengajar itu. Aku merasa nyaman menjadi guru untuk orang asing dari seberang benua itu. &lt;br /&gt;Jika aku bandingkan dengan menjadi guru bahasa Indonesia di sekolah formal, maka aku merasa lebih senang menjadi guru bahasa Indonesia untuk penutur asing. Selain mengajarkan bahasa, kita juga bisa bertukar pengetahuan tentang budaya. Sangat menarik berdiskusi tentang bagaimana bertamu, bagaimana pernikahan, sampai bagaimana sistem kesehatan di negara mereka. Ditambah lagi dengan target pembelajaran yang jelas yaitu murid bisa berkomunikasi lisan dan tulisan sehingga tidak ada beban moral yang berat seperti ketika mengajar di sekolah formal di mana ketika murid melakukan tindakan yang tidak baik akan selalu dihubungkan dengan pertanyaan, ”Dia sekolah di mana?” atau lebih ekstrem ”Kemarin muridmu ada yang bla bla bla bla?” Sebuah tanggung jawab moral yang lumayan berat karena guru memang bukan sekadar pengajar tetapi juga pendidik. Belum lagi ketika apa yang kita ajarkan harus dibenturkan dengan sistem pendidikan kita di mana standar kualitas ditentukan oleh sebuah momok bernama UNAS. Rasa-rasanya menjadi semakin kabur antara tujuan pembelajaran (dalam hal ini pembelajaran bahasa Indonesia) yang konon menurut silabus adalah meningkatkan kemampuan berbahasa (berbicara, membaca, menulis, menyimak) dan kemampuan bersastra di mana ternyata pengukur kualitas target pembelajarannya hanya soal pilihan ganda berjumlah 60 buah yang menurutku tidak layak untuk menguji bagaimana kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra. &lt;br /&gt;Membicarakan sistem pendidikan kita memang tak akan ada habisnya. Kembali ke topik awal, selain beberapa kelebihan yang sudah kusebutkan, ada hal lain yang tak kalah penting. Mempelajari esensi dan makna setiap kata. Terkadang kita meremehkan penggunaan kata tidak pernah dan belum pernah, pulang dan kembali, dan banyak kata lain yang sebenarnya berbeda tetapi kita samakan penggunaanya. Menjadi guru bahasa Indonesia bagi orang asing ternyata membuat kita harus mengenal karakter setiap kata yang kita ajarkan. Banyak kata yang pada mulanya kita anggap sama ternyata tetap ada pembedaan maknanya. Saya ingat ketika ujian tengah training saya terjebak dengan kata ”ada” dan ”punya”. Saat itu saya tidak menyadari bahwa dua kata itu berbeda (tulisannya saja beda, maknanya jelas beda). Sebelumnya mungkin saya tidak memperhatikan karena saya sering bertanya ”Kamu ada uang?” atau ”Kamu ada baju warna merah?”. Kata ada dalam kalimat itu dalam percakapan sehari-hari yang tidak formal terkadang maknanya kita samakan dengan ”punya” tetapi ketika kita mengajarkannya kepada orang asing, mereka akan sangat jeli membedakan makna, bagaimana strukturnya, susunan kalimatnya. Orang asing belajar bahasa Indonesia pun sama dengan kita ketika belajar bahasa Inggris. Jadi memang selalu ada yang baru ketika kita memasuki sebuah dunia baru dan ada banyak pengetahuan di balik bahasa. &lt;br /&gt;Akan selalu ada yang datang dan pergi mungkin James adalah murid pertamaku meskipun dia mungkin juga tak sadar kalau dia adalah murid pertamaku. Dan setelah dia  akan ada ekspatriat-ekspatriat lain yang menjadi muridku. Tentu akan ada banyak hal baru dari sana, ada banyak budaya baru. Yah, bukan hanya murid saja yang belajar dari guru, tapi guru pun bisa belajar dari murid.&lt;br /&gt;Yogyakarta, 16 April 2010 &lt;br /&gt;(Tulisan yang tertunda berbulan-bulan proses penyelesaiannya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-3526961484419606468?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/3526961484419606468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2010/12/dan-guru-pun-bisa-belajar-dari-murid.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/3526961484419606468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/3526961484419606468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2010/12/dan-guru-pun-bisa-belajar-dari-murid.html' title='Dan Guru pun Bisa Belajar dari Murid'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-2828059829902169542</id><published>2010-12-05T16:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-05T16:31:08.870-08:00</updated><title type='text'>http://www.okegratis.co.cc/search/label/Indonesia%20populer</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.okegratis.co.cc/search/label/Indonesia%20populer"&gt;http://www.okegratis.co.cc/search/label/Indonesia%20populer&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-2828059829902169542?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.okegratis.co.cc/search/label/Indonesia%20populer' title='http://www.okegratis.co.cc/search/label/Indonesia%20populer'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/2828059829902169542/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2010/12/httpwwwokegratiscoccsearchlabelindonesi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/2828059829902169542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/2828059829902169542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2010/12/httpwwwokegratiscoccsearchlabelindonesi.html' title='http://www.okegratis.co.cc/search/label/Indonesia%20populer'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-6077912499763853207</id><published>2010-04-16T01:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T01:56:45.280-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Perjalanan'/><title type='text'>Mendaki Borobudur, Membaca Sejarah Budha</title><content type='html'>Ini perjalanan ke sekian kalinya ke Borobudur. Menyusuri jejak-jejak sejarah peradaban Budha di Indonesia. Kali ini dengan seorang murid dari Belanda. Jam 08.00 kami berangkat dari Alam Bahasa Indonesia, tempatku bekerja sebagai guru bahasa Indonesia untuk orang asing. Perjalanan satu jam yang penuh obrolan ringan cukup untuk membunuh waktu. Memasuki kawasan Borobudur sopir menyuruhku untuk membeli tiket di calo. Rp 120.000 katanya. Aku tidak mau. Seperti biasa aku ingin melewati jalur yang sewajarnya.&lt;br /&gt;"Satu tiket asing," kataku pada petugas tiket.&lt;br /&gt;"15 dollar atau seratus tiga puluh lima ribu rupiah."&lt;br /&gt;Kuulurkan lembaran senilai seratus lima puluh ribu dan petugas mengembalikan lima belas ribu rupiah. Petugas entrance mengecek tiket dan dia bertanya padaku perihal tiketku. Kubilang aku sudah biasa ke Borobudur membawa murid asing dan biasanya tidak pakai tiket. Petugas pun menyilakan kami untuk masuk kebetulan aku memakai baju batik yang merupakan ikon guide Borobudur.&lt;br /&gt;Selepas lolos security check kami memasuki area wisata Borobudur. Kulihat gajah-gajah belum terlihat di area "persewaan gajah". Aku mulai menjelaskan perihal Borobudur yang sudah berdiri sejak Dinasti Syailendra di abad ke 8 Masehi. Aku berjalan ke sebelah kanan dan menjelaskan pola Borobudur yang tergambar pada sebuah papan. "Ini namanya pola Mandala, pola ini juga menjadi pola Candi Sewu," jelasku singkat. &lt;br /&gt;Menaiki candi tua itu, muridku ingin berfoto. Baru saja satu gambar terambil, seorang ibu muda dengan kaca mata hitam meminta foto bersama muridku. "Anda jadi selebritis hari ini," dan dia tertawa.&lt;br /&gt;Memasuki Lantai pertama. Lantai 1 disebut kamadhatu yang berarti dunia yang masih dipenuhi oleh nafsu. Di sana kami melihat relief yang disebut Karmawibhangga yang berkisah tentang hukum karma. Naik ke lantai selanjutnya, kami bertemu dengan anak-anak berseragam SMP yang tengah menyelesaikan tugas bahasa Inggris untuk wawanacara dengan turis asing. Yah perjalanan terhenti sejenak karena mereka ingin wawancara dengan muridku. Sepuluh menit berlalu, selepas obrolan singkat mereka kami menyusuri deretan kisah perjalanan Budha, sejarah kelahiran Sidharta Gautama yang terangkum dalam deretan relief berjuluk Lalitavistara. Relief itu dimulai dari kisah Budha di Surga yang ingin menitis ke dunia. Dia memilih Dewi Maya istri dari Raja Chuyodana untuk menjadi bakal ibunya dan kemudian menjadikan maya bermimpi ada gajah masuk ke dalam rahimya. Raja lalu meminta informasi dari seorang Brahmana dan dia mendapat kabar bahwa istrinya akan mengandung Budha. Sejak itu, Raja banyak memberi sedekah kepada para brahmana, orang-orang miskin, orang-orang cacat. Setelah sembilan bulan, tibalah saatnya dia melahirkan. Maya pun pergi ke taman Lumbini dan melahirkan di sana. Namun sayang setelah melahirkan ia meninggal. Ajaib bayi yang lahir itu bisa berjalan dan setiap langkahnya muncul lotus. Muridku yang mendengar ceritaku berkata kalau kisah itu mirip dengan kisah kelahiran Yesus. Budha yang menitis itu kemudian diberi nama Sidharta (Sidharta Gautama) dan ia diasuh oleh Dewi Gautami, adik raja.&lt;br /&gt;Kisah pun berlanjut ketika Sidharta Gautama dewasa dan ia ingin menikah. Ia harus mengikuti sayembara memperebutkan Dewi Gopa. Bahkan di sayembara itu dia harus merelakan gajahnya dibunuh oleh saingannya. Ia pun melempar gajah mati itu dengan telunjuknya. Banyak sayembara dilalui untuk mendapatkan Dewi Gopa dan setelah sayembara itu dia akhirnya berhasip memperistri Dewi Gopa. &lt;br /&gt;Tinggal di istana membuatnya lupa akan tanggung jawabnya di dunia sampai akhirnya dewa datang di mimpinya dan mengingatkan akan tanggung jawab itu. Dia lalu memutuskan untuk pergi dari istana tetapi raja menghalanginya bahkan memberi iming-iming tiga buah istana dan banyak wanita cantik untuk menahannya agar tidak pergi. Tapi Sidharta tetap pergi dan mengemban tugasnya. Relief-relief yang berjumlah 160 buah di tingkatan ini selanjutnya berkisah tentang perjalanan Sidharta selepas pergi dari istana.&lt;br /&gt;Relief itu pun berujung dan kami menaiki lantai selanjutnya yang bercerita tentang Sudhana yang ingin mencari pengetahuan tertinggi. Tak banyak yang bisa diceritakan di lantai yang berisi relief yang disebut Gandawyuha ini. Begitupun di lantai selanjutnya yang masih berada di lantai yang disebut rupadhatu.&lt;br /&gt;Akhirnya sampai juga di lantai yang disebut arupadhatu. Lantai yang berisi stupa-stupa yang di dalamnya berisi patung-patung ini terdiri dari tiga lantai. Lantai terakhir adalah stupa utama. Yah, lambang dari nirwana. Puncak tertinggi dari candi yang namanya diambil dari kata sambarabuddhara ini.&lt;br /&gt;Muridku tiba-tiba berkata, "Wah, nirwana masih tutup ya?"&lt;br /&gt;Dan kami pun tertawa bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 16 April 2010&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-6077912499763853207?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/6077912499763853207/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2010/04/mendaki-borobudur-membaca-sejarah-budha.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6077912499763853207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6077912499763853207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2010/04/mendaki-borobudur-membaca-sejarah-budha.html' title='Mendaki Borobudur, Membaca Sejarah Budha'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-6219966998433010734</id><published>2010-02-19T03:05:00.001-08:00</published><updated>2010-02-19T03:05:51.769-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='catatan saja'/><title type='text'>Sebuah Catatan tentang Menunggu (Dari catatan FB)</title><content type='html'>waiting……..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata Gigi menunggu itu bosan, bosan yang memusingkanku….kalau dipikir-pikir bener juga tuh,.,menunggu itu membosankan, bahkan dalam sebuah adegan di film Jomblo dikatakan kalau "cinta itu bisa datang dan pergi tapi cinta itu nggak bisa menunggu" dan smua itu bener apalagi klau menunggu tanpa waktu…..(wuihh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun bahasanya menunggu itu emang ga ngenakin,. bayangin aja kalau kita janjian truzz dah datang ontime ternyata orang yang kita tunggu ngaret…pasti sangat menyebalkan tuh,.,.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau emang ga mau menunggu jangan suka bikin org lain menunggu donk,.,karena menunggu itu menyakitkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba bercermin pada diri kita, kita sering merasa dongkol kalau orang yang kita ajak janjian atau ngajak janjian nggak ontime padahal kalau kita telusur kadang kita juga kaya gitu. Hal ini karena sudah menjadi ciri khas kalau orang Indonesia suka ngaret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita tilik sejarahnya ternyata budaya ngaret itu muncul sebenarnya dari pepatah,.,bagaimana itu bisa terjadi??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lihatlah orang barat yang bersemboyan time is money, mereka akan menghargai waktu karena bagi mereka waktu adalah uang. Atau kita lihat orang Arab bersemboyan waktu adalah pedang maka mereka menghargai waktu karena mereka harus berhati-hati karena klau tidak dimanfaatkan dengan semestinya bisa membahayakan diri sendiri. Lalu kenapa orang Indonesia bisa begini??? Bisa jadi karena sebagian besar orang Indonesia yang menjalani hidup rata-rata di pulau jawa berpedoman "alon-alon asal kelakon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener nggak siih???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-6219966998433010734?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/6219966998433010734/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2010/02/sebuah-catatan-tentang-menunggu-dari.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6219966998433010734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6219966998433010734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2010/02/sebuah-catatan-tentang-menunggu-dari.html' title='Sebuah Catatan tentang Menunggu (Dari catatan FB)'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-5951624344547034995</id><published>2009-12-15T23:34:00.001-08:00</published><updated>2009-12-15T23:34:59.839-08:00</updated><title type='text'>“Dari Korban Hegemoni Patriarkis sampai Ingin Jadi Superhero”</title><content type='html'>(Seputar Pertanyaan Kenapa Laki-laki Lebih Memilih Perempuan yang Tergantung Padanya daripada Perempuan Mandiri)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu, saya berbincang dengan mantan pacar saya (saat itu masih pacar tentunya) tentang sebagian pasangan yang ketergantungan berlebih pada pasangannya. Ia berkata, “Kamu jangan pernah tergantung padaku, kamu harus mandiri dan berlaku seperti biasa sebelum kita pacaran, karena nanti kalau kita putus, aku sih berharap kalau kita tidak putus, tetapi kalau memang suatu saat nanti kita harus putus luka yang kita tanggung tidak akan seberat ketika kau sudah terlanjur tergantung padaku.” Benar saja ketika akhirnya hubungan kami berakhir, saya masih bisa berdiri sendiri dan meskipun berat tapi bisa lebih cepat mengikis rasa sakit itu sampai akhirnya saya bisa penggantinya.&lt;br /&gt;Tak berselang begitu lama, saya bertemu dengan seorang kawan, kami sudah lama tidak berkomunikasi. Seperti halnya perempuan pada umumnya kami berbincang masalah hubungan dengan laki-laki. Saya pikir dia masih berpacaran dengan pacar lamanya, usut punya usut ternyata sudah putus dan ketika saya tanyakan ternyata ketergantungan dan kemandirian menjadi permasalahan juga. ”Pacarku ingin selalu dibutuhkan, padahal aku berpikir segala sesuatu yang masih bisa aku lakukan sendiri ya aku lakukan sendiri, aku tidak ingin tergantung padanya,” demikian ungkapnya sore itu selepas acara hajatan seorang kawan. Saya kemudian menyimpan pernyataan itu sambil menyimpan pertanyaan besar, kenapa laki-laki bisa berpikir seperti itu?&lt;br /&gt;Belum lama ini, saya mendapat sebuah SMS dari seorang kawan saya yang lain, ”Pacarku nyekik aku,” katanya. Saya pikir dia bercanda maka saya menanggapi dengan candaan. Tapi ketika kemudian kudatangi di kosnya, benar terdapat luka bekas cekikan di leher dan mata kawan saya itu terlihat sembab karena menangis. ”Ini sudah ke sekian kalinya terjadi,” katanya. Dan hebatnya dia bisa bertahan dengan kondisi seperti itu selama 2 tahun. Setelah perbincangan panjang ternyata semua terjadi karena ia tergantung pada pacarnya. Selama dua tahun mereka terlalu terlihat bersama setiap hari, biaya hidup juga sebagian ditanggung pacarnya, jadi ketika semua kekerasan itu berulang terjadi dia merasa tetap tidak bisa melepaskannya.&lt;br /&gt;Dari beberapa kasus tersebut, saya kemudian berbincang dengan seorang kawan yang lain, ternyata banyak juga kisah serupa. Banyak perempuan yang tidak tergantung (mandiri) ternyata lebih banyak yang gagal dalam percintaan. Tenyata perhatian, perrcaya, dan komunikasi saja belum cukup dalam sebuah hubungan, ternyata ada andil yg lebih besar untuk mempertahankannya yaitu ”ketergantungan”. Dari perbincangan ini lantas terpikir oleh saya untuk menanyakan kepada kawan-kawan lelaki saya. Segera saya tulis sebuah pertanyaan ”Mengapa sebagian besar lelaki lebih menyukai perempuan yang tergantung kepadanya daripada perempuan yang mandiri”. Pertanyaan tersebut kemudian saya kirim di hampir 70-an nomor yang ada di ponsel saya, dan semuanya laki-laki. Tak berselang begitu lama muncul berbagai jawaban. Dari yang mengira saya feminis, sedang terdera patah hati, atau bahkan mengira saya mencari data untuk skripsi. Beberapa kawan tidak menjawab termasuk beberapa mantan pacar saya, mungkin mereka mengira saya masih sakit hati pada mereka. Padahal keinginan saya hanya mencari tahu saja dan dibelakang kalimat saya tambahi pernyataan ”untuk survey”. Tapi sudahlah tidak perlu saya perpanjang lagi yang jelas saya kemudian ingin menulis hasilnya.&lt;br /&gt;Bukan dengan uji-t tentunya (maaf karena nilai statistik saya hanya b- dan untuk skripsi saya masukkan ke analisis data). Tapi saya ingin mendeskripsikan saja meskipun singkat dan terkesan ngawur. Dari sekian banyak pesan singkat yang saya kirim, hampir 50% terbalas, mungkin belum mewakili jumlah lelaki di Indonesia yang sekian puluh juta jiwa, tapi setidaknya cukup lah untuk menjawab pertanyaan besar saya. Dari 50% yang menjawab, hanya ada 5 orang yang menanyakan dirinya memilih perempuan mandiri. Selain itu mereka menjawab dengan jawaban bervariasi yang pada intinya mereka memilih perempuan yang tergantung padanya.&lt;br /&gt;Bermula dari jawaban kawan SMA saya, laki-laki itu senang kalau keberadaannya diakui, senang kalau dirinya berguna, dan dengan memberikan apa yang wanita butuhkan dengan itu ia menyayanginya, selain itu leki-laki kan calon pemimpin rumah tangga, otomatis senang kalau keberadaannya diakui, begitu tulisnya. Tak berapa lama muncul jawaban yang bertentangan dengan pernyataan pertama, agar superior dan perposisi tawar=bisa seenakanya, korban hegemoni patriarki, demikian balasan lainnya. Agaknya jawaban tentangan ini tidak berpengikut. Jawaban-jawaban yang masuk selanjutnya adalah penguatan dari jawaban pertama. ”Biasa, lelaki kan ingin kaya superhero biar terkesan bisa melindungi ceweknya, ” pendapat tersebut semakin diamini oleh pendapat-pendapat sejenis lain. Sudah takdirnya dari zaman Nabi Adam, Majapahit, samapai sekarang juga kodratnya seperti itu. Karena aki-laki kan calon pemimpin otomatis yang dipimpin harus dibawah pemimpinnya lah. Biar laki-laki ada gunanya. Kalau perempuan tergantung kan membuat laki-laki menjadi laki-laki beneran, laki-laki senang jika bisa diandalkan pasangan. Lah emang laki-laki harus mengayomi perempuan, dari sononya secara fisik dan psikis juga laki-laki lebih kuat so memang harus mengayomi perempuan, pandangan masyarakan memang mengharuskan seperti itu. Itu sih emang ego dasar laki-laki Neng. Jawaban-jawaban lain sejenis masih terus menerus muncul sampai siang itu sebuah SMS masuk dari teman SMA saya juga: karena laki-laki itu beranggapan bahwa semakin cewek bergantung padanya cewek semakin berat untuk lepas/putus, dengan kata lain posisi tawar laki-laki jadi lebih kuat.&lt;br /&gt;Mungkin tidak semua pesan pendek yang masuk bisa saya tuliskan, karena jawaban yang muncul rata-rata adalah sejenis. Lewat catatan singkat ini, saya tidak akan menyimpulkan apapun, simpulkan sendiri saja. Nanti kalau saya simpulkan saya dikira feminis lagi atau lebih ekstrem malah dikira korban lelaki.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-5951624344547034995?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/5951624344547034995/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2009/12/dari-korban-hegemoni-patriarkis-sampai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5951624344547034995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5951624344547034995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2009/12/dari-korban-hegemoni-patriarkis-sampai.html' title='“Dari Korban Hegemoni Patriarkis sampai Ingin Jadi Superhero”'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-6261606744047965999</id><published>2009-12-06T02:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-15T23:37:50.215-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semacam Curhat'/><title type='text'>Ada Luka</title><content type='html'>:&lt;br /&gt;Ada luka, ketika kau pun akhirnya pergi&lt;br /&gt;Ada tangis ketika akhirnya kau tak kembali&lt;br /&gt;Tak ada lagi penggalan kisah yang bisa kita rangkai&lt;br /&gt;Tak ada lagi puntung-puntung kenangan yang bisa kita kumpulkan&lt;br /&gt;Untuk mengingat bahwa pernah ada kisah yang terjalin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya semua kembali seperti biasa&lt;br /&gt;Dan aku benar-benar telah kehilanganmu.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Mei 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-6261606744047965999?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/6261606744047965999/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2009/12/ada-luka.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6261606744047965999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6261606744047965999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2009/12/ada-luka.html' title='Ada Luka'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-6584328746774755781</id><published>2009-12-06T02:47:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T02:50:26.892-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Semacam Puisi'/><title type='text'>Mungkin Aku Lupa</title><content type='html'>:Ir&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOMPUT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOMPUT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOMPUT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:"Book Antiqua"; 	panose-1:2 4 6 2 5 3 5 3 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mungkin aku lupa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pernah ada cerita indah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pada malammalam saat kita beradu argumen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tentang kisahkisah yang pernah kita baca&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mungkin aku lupa pernah ada kisah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Yang berulang kita debatkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dan tak jarang membuat kita tak menyelesaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Percakapan pada malammalam panjang kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ketika kita tak percaya lagi pada kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ketika kita tak lagi bisa saling beretorika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Mungkin aku lupa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Tapi aku tahu kau berharap aku bisa mengingatnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dan menyelesaikan penggalan kisahkisah lama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="NO-BOK"&gt;Yang belum sempat kita rangkai……&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-6584328746774755781?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/6584328746774755781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2009/12/mungkin-aku-lupa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6584328746774755781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6584328746774755781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2009/12/mungkin-aku-lupa.html' title='Mungkin Aku Lupa'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-3259076126077847719</id><published>2009-09-13T03:06:00.000-07:00</published><updated>2009-09-13T03:07:52.081-07:00</updated><title type='text'>PEMAKAIAN BAHASA PROKEM SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI  DI KALANGAN REMAJA</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOMPUT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceType"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="PlaceName"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOMPUT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKOMPUT%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Body Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Body Text Indent"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" name="Hyperlink"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} h2 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 2 Char"; 	mso-style-next:Normal; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:center; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:2; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} h3 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-link:"Heading 3 Char"; 	mso-style-next:Normal; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:-18.0pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	page-break-after:avoid; 	mso-outline-level:3; 	mso-list:l2 level1 lfo1; 	tab-stops:list 36.0pt; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} p.MsoBodyText, li.MsoBodyText, div.MsoBodyText 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-link:"Body Text Char"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} p.MsoBodyTextIndent, li.MsoBodyTextIndent, div.MsoBodyTextIndent 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-link:"Body Text Indent Char"; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	text-align:justify; 	text-indent:36.0pt; 	line-height:150%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:EN-GB;} a:link, span.MsoHyperlink 	{mso-style-unhide:no; 	color:blue; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	color:purple; 	mso-themecolor:followedhyperlink; 	text-decoration:underline; 	text-underline:single;} span.Heading2Char 	{mso-style-name:"Heading 2 Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 2"; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	font-weight:bold;} span.Heading3Char 	{mso-style-name:"Heading 3 Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Heading 3"; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	mso-ansi-language:EN-GB; 	font-weight:bold;} span.BodyTextChar 	{mso-style-name:"Body Text Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Body Text"; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	mso-ansi-language:EN-GB;} span.BodyTextIndentChar 	{mso-style-name:"Body Text Indent Char"; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-locked:yes; 	mso-style-link:"Body Text Indent"; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	mso-ansi-language:EN-GB;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:4.0cm 3.0cm 3.0cm 4.0cm; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} @page Section2 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:4.0cm 3.0cm 3.0cm 4.0cm; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section2 	{page:Section2;} @page Section3 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section3 	{page:Section3;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:928930418; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1374209790 -521916392 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:18.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:18.0pt; 	text-indent:-18.0pt;} @list l1 	{mso-list-id:1334063104; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-1370748748 -470415246 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2 	{mso-list-id:2021009219; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-609866392 1845370872 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:alpha-upper; 	mso-level-style-link:"Heading 3"; 	mso-level-tab-stop:36.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} @list l2:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:72.0pt; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt;} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif";} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;div class="Section1"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Salah satu yang diperlukan manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya adalah dengan berkomunikasi. Untuk berkomunikasi dibutuhkan suatu media yaitu bahasa.Manusia tidak mungkin berinteraksi tanpa bahasa. Dalam berbagai bahasa terdapat terdapat berbagai ragam yang memiliki variasi-variasi tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Remaja adalah salah satu bagian dari masyarakat yang juga menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi. Bahasa yang dipakai remaja dalam berkomunikasi pun bermacam-macam ragamnya, bahasa yang digunakan itu merupakan bahasa yang biasa kita pakai sehari-hari atau campuran antara bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;, bahasa daerah, dan bahasa asing. Dari bahasa yang digunakan ini ada sejumlah kosa kata yang dapat dipahami, tetapi ada yang tidak dapat dipahami.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="text-indent: 36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahasa yang digunakan remaja sering berubah, hal ini terkait dengan pribadi remaja yang masih labil. Salah satu ragam bahasa yang dipakai oleh remaja adalah bahasa prokem. Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi ini merupakan bahasa sandi yang digunakan penuturnya sebagai bahasa khusus untuk kalangan mereka. Karena keberadaannya sebagai alat komunikasi yang khusus inilah bahasa prokem banyak digunakan di kalangan remaja. Bahasa ini merupakan jenis variasi bahasa yang terdapat dalam masyarakat sehingga dapat dikaji dengan sosiolinguistik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="text-indent: -36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pengertian Bahasa Prokem&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahasa prokem atau slang adalah bahasa sandi yang dipakai dan hanya dimengerti kalangan remaja. Bahasa ini konon berasal dari kalangan preman. Bahasa prokem ini digunakan sebagai sarana komunikasi diantara remaja selama kurun tertentu. Sarana komunikasi ini diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan informasi yang tidak boleh diketahui oleh kelompok usia lain terutama oleh kalangan orang tua. Ragam ini mereka gunakan agar orang dari kelompok lain tidak mengetahui tentang apa yang sedang dibicarakanya. Bahasa prokem ini timbul dan berkembang sesuai dengan latar belakang sosial budaya pemakainya, hal ini merupakan perilaku kebahasaan yang bersifat universal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kosakata bahasa prokem remaja sering diambil dari kosakata yang hidup dilingkungan tertentu. Pembentukan kata dan maknanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beragam dan bergantung pada kreativitas pemakainnya. Bahasa prokem berfungsi sebagai ekspresi rasa kebersamaan para pemakainya. Selain itu dengan menggunakan bahasa prokem mereka ingin menyatakan diri sebagai anggota kelompok masyarakat eksklusif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; yang mengatakan bahwa bahasa prokem adalah bahasa yang digunakan untuk mencari dan menunjukkan identitas diri, bahasa yang dapat merahasiakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pembicaraan mereka dari kelompok yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="text-indent: -36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pemakai Bahasa Prokem&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Penganut bahasa pada umumnya ingin mengetahui masalah ini, terutama karena bahasa ini merupakan ragam percakapan tidak resmi yang banyak dipakaisebagai bahasa intern berupa kosa kata bahasa Indonesia pada umumnya. Sebagian besar mengatakan bahwa bahasa ini hanya digunakan para remaja yang suka iseng dan tidak mau berprestasi, bahasa yang tidak komunikatif merupakan gejala modeyang bersifat sementara dan cenderung menghambat upaya pembakuan bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kalau bahasa prokem ini dianggap mulai timbul dari kaum remaja yang iseng, dari mana masyarakat umum memahami bahasa prokem? Setelah diamati dan diteliti, ternyata bahwa bahasa prokem ini justru mulai digunakan warga masyarakat pada saat munculnya tukang copet, tukang jambret, perampok, pembunuh, dan pekerjaan lain yang menjurus kearah kriminalitas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dikatakan bahwa mereka ini yang sering sebagai orang preman-selalu berkomunikasi dengan orang lain yang seprofesi dengan menggunakan sejenis bahasa yang digunakan secara sembunyi-sembunyi. Akibatnya, orang-orang karena alasan tertentu-penjual makanan, minuman, bahkan keperluan hidup lain, atau anggota keluarga-berhubungan dengan orang preman ini (hampir) setiap hari, lama kelamaan secara perlahan-lahan dapat memahami makna istilah-istilah yang digunakan kaum preman ini. Bahasa ini kemudian diserang beberapa orang yang tidak seprofesi, tetapi yang sering bertemu muka dengan mereka ini. Mereka ini antara lain adalah pemuda dan remaja putus sekolah, yang ketika itu dikenal dengan orang dengan nama &lt;i style=""&gt;crossboy&lt;/i&gt;. Dari sinilah bahasa prokem mengembangakan sayapnya dan dikenal dengan istilah "Preman". &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kelompok yang kemudian tertarik untuk mempelajarinya adalah para remaja yang masih sekolah, baik disekolah-sekolah lanjutan tingkat pertama, maupun sekolah lanjutan tingkat atas, bahkan ada yang masih duduk dibangku sekolah dasar atau sudah di perguruan tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="text-indent: -36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Wujud Bahasa Prokem&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tidak ada orang yang dapat menjelaskan secara tepat bagaimana wujud bahasa prokem pada waktu timbul pertama. Namun mengingat bahwa nama bahasa ini disebut "bahasa prokem", penulis mengambil kesimpulan bahwa bentuk olahan awal bahasa ini adalah penyisipan-ok-,antara lain seperti yang terlihat pada nama bahasa itu : 'prokeman', lalu mengalami gejala apokot dengan lenyapnya bunyi akhir menjadi prokem. Kalau kita perhatikan kosakata bahasa prokem sampai pertengahan dekade 80, tampak bahwa sebagian kata-katanya diolah dengan memberi sisipan -ok-. Apakah cara ini saja yang digunakan pada saat awal timbulnya, tidaklah dapat dipastikan. Namun dari data tertulis dapat disimpulkan bahwa kosakata yang diolah dengan cara ini merupakan salah satu rumus yang memegang peranan yang sangat penting, melihat besarnya kosakata seperti ini disekitar 30 %.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Di samping penyisipan -ok-, kosakata bahasa prokem pun banyak mengalami gejala metatesis (pembalikan urutan penulisan huruf). Gejala ini sudah dikenal lama sekali ia sudah tampak sekitar 30 tahun yang lalu. Namun yang patut dicatat adalah bahwa pembalikan unsur-unsur kata yang diolah itupun mempunyai beberapa bentuk yang berbeda. Beberapa perbedaan di antaranya masih dapat kita lihat dari kosakata yang tampak dari sejumlah data yang tertulis, seperti dalam kibin'bikin', depek'pendek', maya'ayam', dan baak'asbak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Para remaja ini cenderung mencampuradukkan segala macam pola kedalam bahasa prokem seolah-olah mau menganggap bahwa segala macam bentuk yang tidak &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; merupakan bahasa prokem.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kosakata suatu bahasa senantiasa mencerminkan keadaan lingkungan, sikap hidup, serta alam pikiran para penuturnya. Sebagian besar kata berhubungan dengan keadaan sekitar dan kehidupan penuturnya sehari-hari. Hal yang sangat berlaku terhadap bahasa prokem ini. Kosakata yang timbul dahulu lebih menjurus kearah dunia hitam: dunia pencuri, pencopet, penodong, dan perampok. Boleh dikatakan bahwa kaum preman sama sekali tidak mau menghiraukan masalah-masalah dan hal-hal di luar lingkungan kehidupan mereka. Sebagian besar kosakata menggambarkan orang-orang serta barang-barang sasaran, tempat, serta lingkungan sasran, dan khalayak serta petugas keamanan yang justru menjadipenghambat dalam melaksanakan kegiatan mereka. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="text-indent: -36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="NO-BOK"&gt;Pemakaian Bahasa Prokem di Kalangan Remaja&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Kehadiran bahasa prokem itu dapat dianggap wajar karena sesuai dengan tuntutan perkembangan nurani anak usia remaja. Masa pemakainya terbatas pada situasi tidak resmi. Jika mereka berada di luar dari lingkungan kelompoknya bahasa yang digunakan beralih ke bahasa lain yang berlaku di tempat umum itu. Kehadirannya dalam lingkungan bahasa daerah atau bahasa Indonesia sesungguhnya tidak perlu dirisaukan karena bahasa itu masing-masing timbul, dan berkembang sesuai dengan fungsi dan keperluan masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahasa prokem itu diantaranya ditandai dengan penggunaan kata-kata slang, jargon ,singkatan, dan ungkapan formulaik iklan. Kosakata slang adalah kosa kata yang maknanya perlu dirahasiakan. Kosa kata ini biasanya diletakkan diantara kata dalam bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Jakarta&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; (Betawi). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Keaktifan sehari-hari para remaja kita lebih banyak berkaitan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan kehidupan keluarga, keadaan sekolah dan atau perguruan tinggi, serta masalah-masalah kenakalan remaja. Ini menyiratkan bahwa kosakata yang timbul kemudian mengacu pada hal dan masalah sekitar rumah, pergaulan, pendidikan, dan kenakalan remaja yang terungkap dengan istilah kekerabatan, kata ganti orang, masalah seks, narkotik dan obat-obatan sejenis serta minuman keras. Hal ini sama sekali tidak berarti bahwa semua kosakata kaum preman sama sekali tidak digunakan para pemuda dan remaja, tetapi fungsi suatu benda dalam suatu kelompok, yang bentuknya juga dikenal anggota kelompok lain, tentulah berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dari uraian di atas tampak bahwa perbedaan bahasa prokem antara kedua kelompok ini terjadi karena penuturnya berbeda, fungsi dan tujuan pemakaiannyapun berbeda: kaum preman melakukan tindakan kejahatan, para pemuda dan remaja suka bergembira dan bergaul dengan sesamanya. Setelah bahasa prokem ini lebih banyak digunakan para pemuda dan remaja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengertian "bahasa prokem" ini telah berubah atau lebih tepat dikatakan bergeser maknanya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bahasa prokem ini tidak lagi disediakan dengan bentuk dan rumus atau kode bahasa itu, melainkan lebih ditonjolkan sebagai bahasa kode atau sandi yang dipakai oleh kelompok tertentu, dalam hal ini para pemuda dan remaja. Setiap kelompok dapat seja memberi inpterperestasi yang berbeda-beda menurut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengertian masing-masing, karena itu dapat kita temukan sejumlah variasi dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemakaian kalimat bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Inilah yang merupakan salah satu ciri pembeda bahasa prokem kaum preman, pencetus dan pencipta bahasa ini, dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahasa prokem kaum pemuda dan remaja saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3 style="text-indent: -36pt; line-height: normal;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Contoh-contoh Kosakata Bahasa Prokem&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p class="MsoBodyTextIndent" style="margin-left: 18pt; text-indent: 0cm; line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kata unik dalam bahasa prokem itu diantaranya adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Akronim: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;selaras ‘semakin laku keras' &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Turbo 'turunan bokek'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Manja 'mandi jarang'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Pejabat 'peranakan jawa batak'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sersan 'serius tapi santai'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;singkatan huruf awal: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;TKW 'tak kenal wanita'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;KUHP 'kasih uang habis perkara'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;AC 'adengan cinta'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;MBA 'memble aja'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;3. Pemakaian kata yang huruf awalnya sama dengan huruf awal kata yang &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;diacu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ji SamSoe 'jiwaku sampai surga' &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bentul Filter 'blue flim'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Taksi gelap 'tante girang'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;4. Pemakaian kata yang bermajas ironi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Badak 'kasar'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bonsai 'orang kerdil'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Gersang 'tidak disungguhi minum'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;King 'bapak'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;5. Contoh-contoh lain&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div class="Section2"&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Bokap&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: bapak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Bonyok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: bapak ibu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Boceng&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: petugas keamanan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Cuek&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: tidak acuh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Doku&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: uang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Doi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;: pacar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Hebring&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: sangat hebat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Ngelinting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: mengisap ganja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Nyokap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;: ibu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Telmi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;'telat mikir'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;ABG&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;'anak baru gede'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Camer&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;'calon mertua'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  lang="EN-GB" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa bahasa prokem banyak digunakan kaum pemuda dan remaja, pada umumnya digunakan penuturannya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;untuk berkomunikasi dengan sesama dalam keadaan santai dan berfungsi untuk menjalin keakraban. Bahasa inipun digunakan sebagai identitas keakraban. Bahasainipun digunakan sebagai identitas kelompok hingga ada kemungkinan bahwa kelompok yang berbeda akan menggunakan kosa kata yang berbeda pula. Sebagian besar kata-katanya dibentuk seolah-olah merupakan kata biasa yang digunakan orang dalam percakapan sehari-hari.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Dari pemakaian tampak bahwa keadaaan ini tidak perlu terlalu dirisaukan karena bahasa ini hanya merupakan suatu gejala yang serupa dengan gejala dialek lainnya yang dikenal dengan bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 style="text-align: left; line-height: normal;" align="left"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Alwasilah, A. Chaedar. 1985. &lt;i&gt;Sosiologi Bahasa&lt;/i&gt;. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Bandung&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;: Angkasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoBodyText" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Anwar, Khaidir. 1984. &lt;i&gt;Fungsi dan peranan Bahasa : Sebuah Pengantar&lt;/i&gt;. Yogyakarta : &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:placename st="on"&gt;Gajah&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placename st="on"&gt;Mada&lt;/st1:placename&gt; &lt;st1:placetype st="on"&gt;University&lt;/st1:placetype&gt;&lt;/st1:place&gt; Press. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://library.usu.ac.id/"&gt;http://library.usu.ac.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;&lt;a href="http://www.jurnal-kopertis4.org/file/kopwil4-340.doc"&gt;www.jurnal-kopertis4.org/file/kopwil4-340.doc&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-3259076126077847719?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/3259076126077847719/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2009/09/pemakaian-bahasa-prokem-sebagai-alat.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/3259076126077847719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/3259076126077847719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2009/09/pemakaian-bahasa-prokem-sebagai-alat.html' title='PEMAKAIAN BAHASA PROKEM SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI  DI KALANGAN REMAJA'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-8414408079757449531</id><published>2008-10-15T00:35:00.001-07:00</published><updated>2008-10-15T00:57:48.562-07:00</updated><title type='text'>Matematika Hatimu</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:times new roman;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku tak biasa mengeja pikiranmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti saat mengeja abjad-abjad&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Atau angka-angka dan huruf pada persamaan linear&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bahkan pada persamaan aljabar yang harus kuselesaikan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Untuk sekedar menemukan bilangan x atau y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Aku bukan peramal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak biasa menduga kedalaman hatimu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Atau mengukur luas maupun volumenya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti ketika aku belajar dimensi tiga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menghitung luas dan volum kubus, kerucut, atau bangun ruang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hati dan pikiranmu adalah ruangan yang tak kutahu bentuknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tak bisa kuhitung dalam dan luasnya tak juga &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;bisa kutakar nilainya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dalam bilangan nol hingga sepuluh bahkan sejuta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;karena itu katakanlah terus terang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;jangan kau gunakan lambang-lambang &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;apalagi persamaan maupun perbandingan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena yang kau rasa &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tak bisa terselesaikan dengan rumus-rumus&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;atau kau kira-kira seperti saat menjawab pilihan ganda&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;sebagaimana kau menyelesaikan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="MsoNormal"  style="line-height: normal; font-family: arial;font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;soal matematika....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-8414408079757449531?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/8414408079757449531/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/10/matematika-hatimu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/8414408079757449531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/8414408079757449531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/10/matematika-hatimu.html' title='Matematika Hatimu'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-5853305750240903874</id><published>2008-10-14T23:41:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T00:56:35.028-07:00</updated><title type='text'>Kawan...Pada Akhirnya.......</title><content type='html'>Kemarin aku baru menerima sepucuk surat dari sahabatku yang tengah diasingkan oleh keluarganya karena mungkin ia membuat kesalahan yang tak termaafkan. Surat itu berisi kata perpisahan yang kupikir begitu menyakitkan.&lt;br /&gt;Aku dan dia pernah membeli sebuah novel yang sama karya almarhun Pramoedya Ananta Toer yang berjudul Mereka yang dilumpuhkan. Novel itu berkisah tentang tahanan perang orang-orang yang dilumpuhkan dibalik terali.&lt;br /&gt;Yah seperti Sarpin Danuasmara kini sahabatku hanya bisa menulis dalam pelumpuhannya. Hanya mengungkapkan kegelisahan dan kesedihannya lewat kata-kata. Dan pada perbincangan terakhir aku sempat menangis karena sudah terlalu banyak yang terlewat berdua. Banyak tempat menjadi saksi persahabatanku dan dia mulai dari emperan malioboro, perempatan, kantorpos besar, jalanan jogja yang panas ketika siang dan menjadi dingin ketika malam atau bahkan hall rektorat kampus yang menjadi saksi saat aku dan dia berbaring di samping air mancur sambil menatap bintang. Masihkah semua itu terulang pada suatu waktu? aku hanya berharap seperti pola-pola yang senantiasa terulang dalam siklus hidup aku harap suatu hari aku dan dia akan melewati pola yang sama ketika aku dan dia bersama. Kawan selamat jalan aku tak bisa berbuat apa-apa untukmu seperti pada mimpimu ketika aku menarikmu dari pusaran kegelapan dan badai..ya aku tak bisa menarikmu aku tak kuat menarikmu kawan dan kau tenggelam, maafkan aku kawan.......&lt;br /&gt;Aku cuma bisa mendengarkan alunan lagu Dear God Avenged Sevenfold&lt;br /&gt;Dear God the only thing I ask of you is&lt;br /&gt;To hold her when I'm not around,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-5853305750240903874?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/5853305750240903874/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/10/kemarin-aku-baru-menerima-sepucuk-surat.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5853305750240903874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5853305750240903874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/10/kemarin-aku-baru-menerima-sepucuk-surat.html' title='Kawan...Pada Akhirnya.......'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-5043826285938513129</id><published>2008-08-10T03:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T03:35:02.836-07:00</updated><title type='text'>Andaikan Saja....</title><content type='html'>Aku merenung...mendengarkan lagu-lagu Ipang yang liriknya begitu dalam menyentil perasaanku....aku tak tahu sudah berapa lama aku merenung berharap ada keajaiban yang akan membuatmu kembali padaku meminta maaf dan melanjutkan janji-janji dan rencana yang pernah kita susun. Tapi mungkin memang aku sudah tak mempunyai kesempatan untuk memintamu tetap tinggal. Mungkin aku mengecewakan bagimu tapi salahkah aku jika masih berharap semua kembali??? mungkin bagimu semua mudah tapi tidak bagiku...terlampau sulit.....&lt;br /&gt;Aku ibarat sedang menaiki sebuah pohon dan saat aku mencapai dahan tertinggi tiba-tiba dahan itu patah entah karena tubuhku yang berat atau dahannya yang rapuh...dan itu yang terjdi...&lt;br /&gt;ketika aku tengah mencoba merealisasikan rencana indah kita. ternyata dahan itu tak sekuat yang kukira, ternyata kau tak sesabar yang kuduga....dan dahan yag kupijak itu pun patah...aku kesakitan....sakit sekali....untuk menangis aku sudah kehilangan air mata karena terlalu sakit hingga yang kurasakan hanya sesak yang hampir tak kuat kutahan.....aku kehilanganmu di saat aku muali bangun menata harapan...bahwa masih ada yang namanya cinta...tapi ternyata...kau tak benar-benar mencintaiku...hingga yang kurasakan adalah rasa yang aku tak bisa ungkapkan...&lt;br /&gt;Lelakiku...&lt;br /&gt;Asal kau tahu...hanya perempuan ini yang tulus dan sangat menyayangimu............&lt;br /&gt;Lelakiku...mungkin ini yang terbaik untuk kita......meski bukan yang kuharapkan.........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-5043826285938513129?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/5043826285938513129/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/08/andaikan-saja.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5043826285938513129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5043826285938513129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/08/andaikan-saja.html' title='Andaikan Saja....'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-1071652435062021799</id><published>2008-03-26T16:57:00.000-07:00</published><updated>2008-03-26T17:07:06.929-07:00</updated><title type='text'>Catatan Saat Matahari Mulai Muncul</title><content type='html'>ah...lagi-lagi aku melakukan kesalahan. kali ini terlalu fatal. aku belum mampu bangun dan merangkak ketika aku kembali jatuh. entahlah......pagi terlalu dingin untuk dapat kuajak mendiskusikan kealpaan baru yang kucatat dalam serakan kisah-kisah yang belum sempat aku bendel....Satu lembar lagi padahal lembar yang lalu belum sempat aku koreksi....padahal mataku sudah terlalu malas untuk melihat lagi lembaran lalu yang prnuh kesalahan....sepertinya semua harus kubakar dahulu lalu setelah semua menjadi abu aku harus mengambil lemabaran kertas baru yang harus kuisi lebih teliti lagi.....jangan ada lagi kesalahan-kesalahan bodoh yang seharusnya bisa dihindari.......ah sudahlah...aku lelah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-1071652435062021799?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/1071652435062021799/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/03/catatan-saat-matahari-mulai-muncul.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/1071652435062021799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/1071652435062021799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/03/catatan-saat-matahari-mulai-muncul.html' title='Catatan Saat Matahari Mulai Muncul'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-3451903511239670113</id><published>2008-03-21T11:18:00.000-07:00</published><updated>2008-03-21T11:19:49.856-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan Aliran Linguistik</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;PERKEMBANGAN BEBERAPA ALAIRAN LINGUISTIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;ALIRAN TRADISIONAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Perkembangan ilmu bahasa di dunia barat dimulai pada abad IV Sebelum Masehi yaitu ketika Plato membagi jenis kata dalam bahasa Yunani Kuno menjadi dua golongan yaitu onoma dan rhema. &lt;i&gt;Onoma&lt;/i&gt; merupakan jenis kata yang menjadi pangkal pernyataan atau pembicaraan. Sedangkan &lt;i&gt;rhema&lt;/i&gt; merupakan jenis kata yang digunakan mengungkapkan pernyataan atau pembicaraan. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Secara sederhana &lt;i&gt;onoma&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat disejajarkan dengan kata benda dan &lt;i&gt;rhema&lt;/i&gt; dapat disejajarkan dengan kata sifat atau kata kerja. Pernyataan yang dibentuk &lt;i&gt;onoma&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;rhema&lt;/i&gt; dikenal dengan istilah proposisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penggolongan kata tersebut kemudian disusul dengan kemunculan tata bahasa Latin karya Dyonisisus Thrax dalam bukunya &lt;i&gt;”Techne Gramaticale”&lt;/i&gt; (130 M). Dengan demikian pelopor aliran tradisionalisme adalah Plato dan Aristoteles. Tokoh-tokoh yang menganut aliran ini antara lain; Dyonisisus Thrax, Zandvoort, C.A. Mees, van Ophuysen, RO Winstedt, Raja Ali Haji, St. Moh. Zain, St. Takdir Alisyahbana, Madong Lubis, Poedjawijatna, Tardjan hadidjaja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aliran ini merupakan aliran tertua namun karena ketaatannya pada kaidah menyebabkan aliran ini tetap eksis di zaman apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Ciri-ciri aliran ini antara lain:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Bertolak dari landasan pola pikir filsafat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Pemerian bahasa secara historis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Tidak membedakan bahasa dan tulisan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Teori ini mencampuradukkan pengertian bahasa dan tulisan sehingga secara otomatis mencampuradukkan penegrtian bunyi dan huruf.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Senang bermain dengan definisi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Hal ini karena pengaruh berpikir secara deduktif yaitu semua istilah didefinisikan baru diberi contoh alakadarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemakaian bahasa berkiblat pada pola/kaidah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahasa yang mereka pakai adalah bahasa tata bahasa yang cenderung menghakimi benar-salah pemakaian bahasa, tata bahasa ini disebut juga tata bahasa normatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Level-level gramatikal belum rapi, tataran yang dipakai hanya pada level huruf, kata, dan kalimat. Tataran morfem, frase, kalusa, dan wacana belum digarap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dominasi pada permasalahan jenis kata&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;Pada awalnya kata dibagi menjadi onoma dan rhema (Plato) lalu dikembangkan oleh Aristoteles menjadi onoma, rhema, dan syndesmos. Kemudian pada masa tradisionalisme ini kata sudah dibagi menjadi delapan yaitu nomina, pronomina, artikel, verba, adverbia, preposisi, partisipium, dan konjungsi. Pada abad peretngahan Modistae membagi kata menjadi delapan yaitu nomina, pronomina, partisipium, verba, adverbia, preposisi, konjungsio, dan interjeksi. Pada zaman renaisance kata kembali dibagi menjadi tujuh nomina, pronomina, partisipium, adverbia, preposisi, konjungsi, dan interjeksi. Perkembangan jenis kata di Belanda dibagi menjadi sepuluh yaitu nomina, verba,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pronomina, partisipium, adverbia, adjektiva, numeralia, preposisi, konjungsi, interjeksi, dsan artikel.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Keunggulan Aliran Tradisional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Lebih tahan lama karena bertolak dari pola pikir filsafat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keteraturan penggunaaan bahasa sangat dibanggakan karena berkiblat pada bahasa tulis baku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mampu menghasilkan generasi yang mempunyai kepandaian dalam menghafal istilah karena aliran ini sengan bermain dengan definisi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menjadikan para penganutnya memiliki pengetahuan tata bahasa kareana pemakaian bahasa berkiblat pada pola atau kaidah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aliran ini memberikan kontribusi besar terhadap pergerakan prinsip yang benar adalah benar walaupun tidak umum dan yang salah adalah salah meskipun banyak penganutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kelemahan Aliran Tradisional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Belum membedakan bahasa dan tulisan sehingga pengertian bahasa dan tulisan masih kacau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teori ini tidak menyajikan kenyataan bahasa yang kemudian dianalisis dan disimpulkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemakaian bahasa berkiblat pada pola/kaidah sehingga meskipun pandai dalam teori bahasa tetapi tidak mahir dalam berbahasa di masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Level gramatikalnya belum rapi karena hanya ada tiga level yaitu huruf, kata, dan kalimat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemerian bahasa menggunakan pola bahasa Latin yang sangat berebda dengan bahasa Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Permasalahan tata bahasa masih banyak didominasi oleh permasalahan jenis kata &lt;i&gt;(part of speech)&lt;/i&gt;, sehingga ruang lingkup permasalahan masih sangat sempit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pemerian bahasa berdasarkan bahasa tulis baku padahal bahasa tulis baku hanya sebagian dari ragam bahasa yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Objek kajian hanya sampai level kalimat sehingga tidak komunikatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ALIRAN STRUKTURAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Teori ini berlandaskan pola pikir behaviouristik. Aliran ini lahir pada awal abad XX yaitu pada tahun 1916. aliran ini lahir bersamaan dengan lahirnya buku &lt;i&gt;”Course de linguistique Generale”&lt;/i&gt; karya Saussure yang juga merupakan pelopor aliran ini. Ia dikenal sebaga Bapak Strukturalisme dan sekaligus &lt;i&gt;Bapak Linguistik Modern&lt;/i&gt;. Tokoh-tokoh yang merupakan penganut teori ini adalah : Bally, Sachahaye, E. Nida, L. Bloomfield, Hockett, Gleason, Bloch, G.L. Trager, Lado, Hausen, Harris, Fries, Sapir, Trubetzkoy, Mackey, jacobson, Joos, Wells, Nelson.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ciri-ciri Aliran Struktural&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berlandaskan pada faham behaviourisme&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Proses berbahasa merupakan proses rangsang-tanggap &lt;i&gt;(stimulus-response)&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahasa berupa ujaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ciri ini menunjukka bahwa hanya ujaran saja yang termasuk dalam bahasa . dalam pengajaran bahasa teori struktural melahirkan metode langsung dengan pendekatan oral. Tulisan statusnya sejajar dengan gersture.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahasa merupakan sistem tanda (signifie dan signifiant) yang arbitrer dan konvensional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berkaitan dengan ciri tanda, bahasa pada dasarnya merupakan paduan dua unsur yaitu signifie dan signifiant. Signifie adalah unsur bahasa yang berada di balik tanda yang berupa konsep di balik sang penutur atau disebut juga makna. Sedangkan signifiant adalah wujud fisik atau hanya yang berupa bunyi ujar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahasa merupakan kebiasaan (habit)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berdasarkan sistem habit, pengajaran bahasa diterapkan metode drill and practice yakni suatu bentuk latihan yang terus menerus dan berulang-ulang sehingga membentuk kebiasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kegramatikalan berdasarkan keumuman.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Level-level gramatikal ditegakkan secara rapi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Level gramatikal mulai ditegakkan dari level terendah yaitu morfem sampai level tertinggi berupa kalimat. Urutan tataran gramatikalnya adalah morfem, kata, frase, klausa, dan kalimat. Tataran di atas kalimat belum terjangkau oleh aliran ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Analisis dimulai dari bidang morfologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahasa merupakan deret sintakmatik dan paradigmatik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Analisis bahasa secara deskriptif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Analisis struktur bahasa berdasarkan unsur langsung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Unsur langsung adalah unsur yang secara langsung membentuk struktur tersebut. Ada empat model analisis unsur langsung yaitu model Nida, model Hockett, model Nelson, dan model Wells.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keunggulan Aliran Struktural&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aliran ini sukses membedakan konsep grafem dan fonem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Metode drill and practice membentuk keterampilan berbahasa berdasarkan kebiasaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kriteria kegramatikalan berdasarkan keumuman sehingga mudah diterima masyrakat awam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Level kegramatikalan mulai rapi mulai dari morfem, kata, frase, klausa, dan kalimat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berpijak pada fakta, tidak mereka-reka data.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kelemahan Aliran Struktural&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bidang morfologi dan sintaksis dipisahkan secara tegas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Metode drill and practice sangat memerlukan ketekunan, kesabaran, dang sangat menjemukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Proses berbahasa merupakan proses rangsang-tanggap berlangsung secara fisis dan mekanis padahal manusia bukan mesin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kegramatikalan berdasarkan kriteria keumuman , suatu kaidah yang salah pun bisa benar jika dianggap umum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Faktor historis sama sekali tidak diperhitungkan dalam analisis bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Objek kajian terbatas sampai level kalimat, tidak menyentuh aspek komunikatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;ALIRAN TRANSFORMASI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aliran ini muncul menentang aliran strukturalis yang menyatakan bahwa bahasa merupakan kebiasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pelopor aliran ini adalah N. Chomsky dengan karyanya “Syntactic Structure”(1957) dan diikuti oleh tokoh-tokoh seperti Postal, Fodor, Hale, Palmatier, Lyons, Katz, Allen, van Buren, R. D. King,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;R.A. Jacobs, J. Green, dll.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aliran ini pada mulanya hanya berbicara transformasi pada level kalimat tetapi kemudian diterapkan dalam tataran lain seperti morfologi dan fonologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ciri-ciri Aliran Transformasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Berdasarkan faham mentalistik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Aliran ini meganngap bahasa bukan hanya proses rangsang-tanggap akan tetapi merupakan proses kejiwaan. Aliran ini sagat erat dengan psikolinguistik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahasa merupakan innate&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahasa merupakan faktor&lt;i&gt; innate&lt;/i&gt;(keturunan/warisan) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Bahasa terdiri dari lapis dalam dan lapis permukaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Teori ini memisah bahasa menjadi dua lapis yaitu &lt;i&gt;deep structure&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;surface structure.&lt;/i&gt; Lapis batin merupakan tempat terjadinya proses berbahasa yang sebenarnya secara mentalistik sedangkan lapis permukaan adalah wujud lahiriah yang ditransformasi dari lapis batin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Bahasa terdiri dari unsur &lt;i&gt;competent&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;performance&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt;Linguistic competent&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IT"&gt; atau kemampuan linguistik merupakan penegtahuan seseorang tentang bahasanya termasuk kaidah-kaidah di dalamnya. &lt;i&gt;Linguistic performance&lt;/i&gt; atau performansi linguistik adalah keterampilan seseorang menggunakan bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Analisis bahasa bertolak dari kalimat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Penerapan kaidah bahasa bersifat kreatif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Ciri ini menentang anggapan kaum struktural yang fanatik terhadap standar keumuman. Bagi kaum tranformasi masalah umum tidak umum bukan suatu persoalan yang terpenting adalah kaidah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membedakan kalimat inti dan kalimat transformasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kalimat inti merupakan kaliamt yang belum dikenai transformasi sedangkan kalimat transformasi merupakan kalimat yang sudah dikenai kaidah transformasi yang ciri-cirinya yaitu lengkap, simpel, statemen, dan aktif. Lam pertumbuhan selanjutnya ciri itu ditambah runtut dan positif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Analisis diwujudkan dalam diagram pohon dan rumus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Analisis dalam teori ini dimulai dari struktur kalimat lalu turun ke frase menjadi frase benda (NP) dan frase kerja (VP) kemudian dari frase turun ke kata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -72pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Gramatikal bersifat generatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bertolak dari teori yang dinamakan tata bahasa generatif tansformasi (TGT).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Keunggulan Aliran Transformasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Proses berbahasa merupakan proses kejiwaan buakan fisik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Secara tegas memisah pengetahuan kebahasaan dengan keterampilan berbahasa (&lt;i&gt;linguistic competent&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;linguistic performance&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dapat membentuk konstruksi-konstruksi lain secara kreatif berdasarkan kaidah yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dengan pembedaan kalimat inti dan transformasi telah dapat dipilah antara substansi dan perwujudan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;dapat menghasilkan kalimat yang tak terhingga banyaknya karena gramatiknya bersifat generatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kelemahan Aliran Transformasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tidak mengakui eksistensi klausa sehingga tidak dapat memilah konsep klausa dan kalimat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahasa merupakan innate walaupun manusia memiliki innate untuk berbahasa tetapi tanpa dibiasakan atau dilatih mustahil akan bisa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Setiap kebahasaan selalu dikembalikan kepada &lt;i&gt;deep structure&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-3451903511239670113?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/3451903511239670113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/03/perkembangan-aliran-linguistik.html#comment-form' title='13 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/3451903511239670113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/3451903511239670113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/03/perkembangan-aliran-linguistik.html' title='Perkembangan Aliran Linguistik'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-4191821230672971365</id><published>2008-03-03T19:23:00.001-08:00</published><updated>2008-03-03T19:31:43.890-08:00</updated><title type='text'>Ipang- Hey</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt; IPANG RIDHO HEY LYRICS&lt;br /&gt;hey&lt;br /&gt;belum juga aku mengerti&lt;br /&gt;apa yang sedang kurasakan&lt;br /&gt;tak seperti biasanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hey&lt;br /&gt;mungkin semua karenamu&lt;br /&gt;sudah tak bisa kunikmati&lt;br /&gt;saat kau tak bersamaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;reff:&lt;br /&gt;seandainya saja&lt;br /&gt;kubisa katakan jangan kau tinggalkan&lt;br /&gt;saat ini kuragu&lt;br /&gt;bisakah kunikmati smua tanpamu&lt;br /&gt;selamanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hey&lt;br /&gt;pernah kukatakn dalam hati&lt;br /&gt;mencoba untuk menikmati&lt;br /&gt;smua yg terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hey&lt;br /&gt;ternyata sangat melelahkan&lt;br /&gt;harusku hadapi kenyataan&lt;br /&gt;sendiri tak bersamamu &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-4191821230672971365?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/4191821230672971365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/03/ipang-hey.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4191821230672971365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4191821230672971365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/03/ipang-hey.html' title='Ipang- Hey'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-8871153801073591125</id><published>2008-03-03T19:17:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T19:20:03.583-08:00</updated><title type='text'>Sekali lagi-nYa Ipang</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://liriklaguindonesia.net/i/ipang-bip/ipang-bip-sekali-lagi/"&gt;Ipang BIP - Sekali Lagi&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;kalau saja aku masih punya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesempatan yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau semua yang pernah terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa terulang lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi ternyata kesempatan yang ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya sekali&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;sampai kini masih ku tunggu &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;datangnya keajaiban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang mungkin saja bisa memberiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu satu kali lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seandainya masih bisa kudapatkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekali lagi, satu kali lagi&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;reff:    masih tertunda dan belum semua ku katakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    biar ku tunggu sampai kau kembali lagi di sini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    harus kau dengar semua yang harus kau dengarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    isi hatiku yang belum ku sampaikan&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;   ternyata tak semudah itu keinginan bisa terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   tapi ku berharap semoga masih ada kesempatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   sekali lagi&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;repat reff&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="akpc_pop"&gt;Popularity: 6% &lt;span class="akpc_help"&gt;[&lt;a href="http://alexking.org/projects/wordpress/popularity-contest" title="What does this mean?"&gt;?&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://liriklaguindonesia.net" title="Lirik Lagu Indonesia"&gt;LirikLaguIndonesia.Net&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-8871153801073591125?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/8871153801073591125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/03/sekali-lagi-nya-ipang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/8871153801073591125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/8871153801073591125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2008/03/sekali-lagi-nya-ipang.html' title='Sekali lagi-nYa Ipang'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-4159113658144815143</id><published>2007-12-16T23:37:00.001-08:00</published><updated>2007-12-16T23:47:47.267-08:00</updated><title type='text'>terlalu pagi</title><content type='html'>masih terlalu dini saat kau pergi&lt;br /&gt;aku belum sempat mengeja&lt;br /&gt;mimpimimpi yang tertinggal&lt;br /&gt;bersama aroma wangi di atas sprei.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih terlalu pagi&lt;br /&gt;dan aku belum bisa berdiri&lt;br /&gt;menyusun tekateki yang kau acak&lt;br /&gt;dan lupa kau tempel sepanjang tepian kali.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih terlalu pagi......&lt;br /&gt;sedang kau tak meninggalkan tapaktapak&lt;br /&gt;yang memudahkanku menyusun memori&lt;br /&gt;padahal aku telah lupa bagaimana memulai.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-4159113658144815143?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/4159113658144815143/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/12/terlalu-pagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4159113658144815143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4159113658144815143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/12/terlalu-pagi.html' title='terlalu pagi'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-4072241024169484462</id><published>2007-11-09T12:12:00.000-08:00</published><updated>2007-11-09T12:19:08.862-08:00</updated><title type='text'>Sedikit Mengingat....</title><content type='html'>: untuk siapapun yang tengah mengenang hari lahir...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah kau hitung puluhan purnama yang kau lalui dan kisah-kisah yang kau ukir sepanjang malammu??&lt;br /&gt;sudahkah kau catat ribuan hari yang kau singgahi dan cerita duka atau bahagia yang terserak pada lembaran lontar yang bercerita tentang sejarahmu dan lupa kau bendel??&lt;br /&gt;Hitung....&lt;br /&gt;Berapa detik yang terlewat untuk sekedar berziarah pada inci-inci tubuhmu barangkali ada bagian tubuh yang tak kau sadar telah kehilangan napasnya.......&lt;br /&gt;catat dan ingatlah semua hari ini saat jatahmu terambil satu lagi.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, 4 Nov 07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-4072241024169484462?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/4072241024169484462/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/11/sedikit-mengingat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4072241024169484462'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4072241024169484462'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/11/sedikit-mengingat.html' title='Sedikit Mengingat....'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-393863001921936082</id><published>2007-09-16T19:41:00.000-07:00</published><updated>2007-09-16T19:45:54.227-07:00</updated><title type='text'>Entah.......</title><content type='html'>Entah ini malam keberapa......&lt;br /&gt;Setelah kidung asmaradana....&lt;br /&gt;tak lagi menggema mendengung di sekitarku....&lt;br /&gt;dan terlantun sedret gending-gending....&lt;br /&gt;yang melagukan syair romantis.....&lt;br /&gt;enatah pada malam keberapa...&lt;br /&gt;akan kudengar lagi lantunan kidung asmaradana...&lt;br /&gt;yang membawamu kembali padaku.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-393863001921936082?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/393863001921936082/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/09/entah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/393863001921936082'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/393863001921936082'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/09/entah.html' title='Entah.......'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-7145845986048888526</id><published>2007-08-12T05:13:00.000-07:00</published><updated>2007-08-12T05:14:59.264-07:00</updated><title type='text'>?????</title><content type='html'>"Tahukah kau.........&lt;br /&gt;Setiap malam aku mendekap dingin&lt;br /&gt;menunggumu..........&lt;br /&gt;sambil melantunkan mantra-mantra berbahasa asing.........&lt;br /&gt;yang kusebut doa.....&lt;br /&gt;Seperti ritual...&lt;br /&gt;aku menjadi terbiasa...&lt;br /&gt;terbiasa tanpamu........."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-7145845986048888526?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/7145845986048888526/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/08/blog-post.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/7145845986048888526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/7145845986048888526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/08/blog-post.html' title='?????'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-5177545524575171213</id><published>2007-07-27T03:57:00.000-07:00</published><updated>2007-07-27T04:05:49.051-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Catatan Kecil...</title><content type='html'>Memulai pengalaman menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Bagiku sangat sulit. Tak mudah menguasai kelas berisi puluhan anak dengan berbagai macam karakter. Ada yang pendiam, cerewet, bahkan hiperaktif. Namun kadang menyenangkan juga menyaksikan berbagai macam ulah mereka yang tak kadang tak terlintas oleh orang dewasa. Kadang ada hala-hal yang meneyenangkan yang dapat kita lihat dari wajah-wajah polos yang siap untuk kita hias dengan berbagai macam pengetahuan atau bahkan masalah yang bagi mereka mungkin akan menyulitakan dan menambah beban.......&lt;br /&gt;Memulai sesuatumemang sulit tapi perjuangan belum berakhir. Banyak tantangan.....Yah keluguan, kelucuan, bahkan kehiperaktifan mereka adalah sebuah tantangan.....Menaklukan kelas gaduh dan tawa mereka yang memekakkan adalah perjuangan tersendiri....Tatap mata bercahaya dan ucapan "selamat pagi Bu Guru..." merupakan sebuah sapaan yang masih asing namun perlahan harus dimasuki................Dunia baru, selata datang "Dunia Pahlawan Tanpa Tanda Jasa"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-5177545524575171213?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/5177545524575171213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/07/sebuah-catatan-kecil.html#comment-form' title='33 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5177545524575171213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5177545524575171213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/07/sebuah-catatan-kecil.html' title='Sebuah Catatan Kecil...'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>33</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-6451692283419564244</id><published>2007-05-22T03:04:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T16:53:44.736-08:00</updated><title type='text'>Sebuah Catatan Perjalanan1</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/RlP2WPwM13I/AAAAAAAAAA8/-rO_Q5L_M7w/s1600-h/wsb.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5067664867768194930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 159px; CURSOR: hand; HEIGHT: 109px" height="91" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/RlP2WPwM13I/AAAAAAAAAA8/-rO_Q5L_M7w/s320/wsb.jpg" width="124" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Udara pagi masih sangat menusuk tulang ketika saya keluar dari rumah. Dengan sebuah ransel lusuh dan beban yang memberat di punggung kususuri jalanan kampung yang aspalnya sudah banyak yang terlepas karena banyaknya kendaraan dengan kapasitas muatan yang berlebih atau karena dana pembangunannya banyak di korupsi. Jalan raya yang menghubungkan Wonosobo-Purwokerto ini masih sepi hanya angkot-angkot berwarna kuning mulai berebut penumpang. Sebuah mikrobus lewat dan kuhentikan cukup dengan satu lambaian tangan. Kunaiki bus yang hanya berpenumpang berapa gelintir saja. Maklum hari itu bukan hari pasaran. Nampak pedagang duku tidur di jok belakang dengan karung berisi dagangannya. Penumpang lain sebagian tengah asyik melakukan aktivitas sendiri.&lt;br /&gt;"Ongkosnya Mbak,"kata kernet.&lt;br /&gt;Kuulurkan selembar seribuan dan sekeping pecahan lima ratus rupiah. Lalu aku asyik mengamati pemandangan dari kaca jendela yang sedikit kusam. Getaran mesin yang menua sedikit mengganngu konsentrasi saya tapi sepanjang jalan memang masih lengang. Toko-toko milik para Cina belum dibuka hanya pedagang di pasar pagi mulai menghitung keuntungannya.&lt;br /&gt;Mikrobus berehenti di terminal induk Wonosobo.&lt;br /&gt;Terminal cukup lengang hanya beberapa calo menawarkan bus yang berhenti.&lt;br /&gt;"Kemana Mbak?" tanyanya.&lt;br /&gt;"Magelang," jawabku singkat.&lt;br /&gt;Calo itu pun berlalu menghampiri calon penumpang lain. Tak berapa lama seorang pedagang koran menghampiri saya.&lt;br /&gt;"Koran Mbak, ada Genie, Suara Merdeka, Ka Er, Jawa Pos," tawarnya.&lt;br /&gt;"Kompasnya ada Pak?" tanyaku.&lt;br /&gt;"Belum ada Mbak," jawabnya.&lt;br /&gt;"Ya sudah Jawa Posnya satu," kataku.&lt;br /&gt;Diulurkannya satu eksemplar koran kepadaku dan kuberikan tiga lembar ribuan.&lt;br /&gt;"Matur Nuwun," dan penjual koran itu pun berlalu.&lt;br /&gt;Bus pun datang ada aku melangkah naik. Tak banyak penumpang pagi itu. Selang beberapa saat bus dengan mesin yang cukup mengaduk-aduk perut itu berjalan. Lajunya lambat dan membuat kepala agak sedikit pening. Di Pasar Kertek bus berhenti. Naiklah tiga orang pengamen remaja. Mereka menyanyikan sebuah lagu campursari yang judulnya tidak saya ketahui namun cukup merdu. Satu lagu berlalu dan kendaraan yang terbatuk-batuk itu melanjutkan perjalanan.&lt;br /&gt;Kabut menyelimuti jalanan. Kebun teh dengan pucuk-pucuk cemara di sela-selanya terlihat menghijau. nampak beberapa wanita sengan kebaya dan tudung bambu dan menggendong keranjang yang memberat tengah memetik pucuk-pucuk daun teh yang siap dipanen. Kebun teh itu milik sebuah perusahan perkebunan yang bernama Tambi. Sebenarnya ada tiga lokasi kebun teh (Tanjungsari, Bedakah, dan Sigedang) sejenis akan tetapi yang saya lewati pagi itu dalah perkebunan teh di Bedakah. Aroma segar menyusup ke hidung dan dinginnya kabut menyusup ke tulang-tulang. Brr.....&lt;br /&gt;Bus terus melaju, di daerah Reco, nampak penambang batu tengah mengaso di samping batu-batu hasil tambangannya. Sambil menghisap rokok sosok lelaki-lelaki berotot baja itu menunggui batu-batunya. Di sebelahnya nampak lahan-lahan tembakau yang masih kecil dan masih menunggu waktu lama untuk dipanen. Dengan pelan bus melewati jalanan. Meninggalkan Sindoro-Sumbing yang angkuh dan menyembunyikan Wonosobo dari peradapan.&lt;br /&gt;Gerbang selamat jalan telah nampak di depan mata. dan mulailah masuk ke kabupaten yang dinaungi dua gunung itu pula, Kabupaten Temaggung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: right"&gt;Wonosobo, 21 Mei 2007 Perjalanan Wonosobo-Jogja &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-6451692283419564244?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/6451692283419564244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/05/sebuah-catatan-perjalanan1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6451692283419564244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6451692283419564244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/05/sebuah-catatan-perjalanan1.html' title='Sebuah Catatan Perjalanan1'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/RlP2WPwM13I/AAAAAAAAAA8/-rO_Q5L_M7w/s72-c/wsb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-498704801966474657</id><published>2007-05-06T23:00:00.000-07:00</published><updated>2007-05-06T23:02:43.717-07:00</updated><title type='text'>Lelaki yang Selalu Ingkar Janji....</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;Ah lelaki....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;aku ingin memberitakan padamu, tentang langit yang hari ini muram dan ingin menceritakan kegelisahannya pada bumi......&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Aku ingin menyampaikan padamu tentang bumi yang merindukan hujan untuk menggemburkan tanah yang telah saatnya dibajak....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Aku ingin memberitahumu tentang kesetiaan yang ditunjukkan Rara Mendut pada Pranacitra yang membuatnya mati oleh keris Wiraguna.....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Lelaki.....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Tahukah kau tentang semua itu??tentang kegelisahan, kerinduan dan kesetiaan yang bagimu tak sempat untuk kau pikrkan dengan logikamu yang.....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Ah entahlah lelakiku........&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Masihkah kau ingat janji yang selalu kau lantunkan dari daging liat yang disebut lidah???Seribu janji bahkan sejuta janji.....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Tak usah lagi kau kau ingat lelaki cukup potong lidahmu agar kau bisa beralasan untuk terus bisu dan bisu.....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Lupakan saja semua janji itu....lupakan saja semua yang terkecap dari daging liat itu..meski kau katakan atas nama cinta...&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Ah lelaki.....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Masih pantaskah kusebut itu.....sementara hanya balutan pakaian dan alat reproduksimu saja yang bisa kusebut lelaki........&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Sudahlah lelaki...tak perlu kau membela diri atau menyampaikan sejuta kata untuk membela diri....&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Itu hanya sebaris huruf dan tak perlu bantahan krn itu justru semakin meyakinkanku.........&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Sudah cukup buatku.....karena bagiku kau hanya lelaki yang selalu ingkar janji......&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Yogyakarta, Akhir 2006&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-498704801966474657?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/498704801966474657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/05/lelaki-yang-selalu-ingkar-janji.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/498704801966474657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/498704801966474657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/05/lelaki-yang-selalu-ingkar-janji.html' title='Lelaki yang Selalu Ingkar Janji....'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-5123220515207466731</id><published>2007-05-06T22:18:00.000-07:00</published><updated>2007-05-06T22:54:19.815-07:00</updated><title type='text'>Karena Adikku Ingin Sekolah..(sebuah cerita pendek sekali!)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hari ini unas sudah selesai. Adikku berjingkrak-jingkrak riang karena selesai sudah beban belajar di SMP...Ia sudang ingin segera berganti seragam putih abu-abu yang keren. Biar boleh pacaran, biar  nggak dibilang anak kecil lagi. Dia bilang ke Simbok, "Mbok besok aku boleh ngelanjutin ke sekolah favorit kan?" kata Adikku penuh harap. Simbok hanya bingung mendengar permintaan adikku. Bukan karena nilai adikku jelek, tapi karena simbok bingung. "Sekolah favorit kan mahal?" kata Simbok pelan. Beliau tidak ingin membuat adikku patah semangat. Maka dijawabnya "Ya Nduk, nanti kamu sekolah di sekolah favorit, tapi belajar yang rajin ya." Simbok hanya berusaha membesarkan hati adikku dan berharap keinginan adikku nanti bisa diwujudkannya. Entah dengan cara bagaimana, mungkin dengan ngutang pada rentenir yang bunganya mencekik karena simbokku tidak punya petak tanah yang suratnya bisa diajminkan ke bank, juga bukan pegawai negeri yang surat pengangkatan PNS nya bisa digunakan sebagai jaminan utang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Simbokku hanya gambaran contoh kecil dari korban  kapitalisme pendidikan. Kapitalisme pendidikan menjadi momok yang menakutkan dalam dunia pendidikan kita. Karena yang berkuasa adalah kapital=modal=uang. Sehingga masyarakat yang tak bermodal tidak bisa menikmati pendidikan. Apalagi di sekolah dengan embel-embel favorit yang semuanya serba mahal.....Biarpun katanya bebas SPP tapi ada biaya seragam, study tour, buku-buku pelajaran yang mungkin juga dijadikan ladang bisnis bagi sekolah....entah sampai kapan kenyataan seperti ini akan menghantui masyarakat yang ingin mengenyam pendidikan...kalau seperti ini terus lalu kapan orang miskin bisa menaikkan tingkat kehidupannya bukankah salah satu fungsi sosial dalam pendidikan identik dengan fungsi untuk menaikkan tingkat  kehidupan Kalau orang miskin dilarang sekolah terus kapan Indonesia akan menghilangkan imagenya sebagai negara miskin??????&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-5123220515207466731?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/5123220515207466731/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/05/karena-adikku-ingin-sekolahsebuah.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5123220515207466731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5123220515207466731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/05/karena-adikku-ingin-sekolahsebuah.html' title='Karena Adikku Ingin Sekolah..(sebuah cerita pendek sekali!)'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-7133300820849850762</id><published>2007-04-17T21:41:00.000-07:00</published><updated>2007-04-17T21:45:35.226-07:00</updated><title type='text'>Sepotong Luka Untuk Ibu</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center; line-height: 200%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Sepotong Luka untuk Ibu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;      Kurasakan luka itu perlahan, begitu sakit. Angin senja meniup segala asa yang dulu ada. Derap hati tak lagi mengalunkan merdu tembang-tembang cinta yang begitu bergelora dahulu. Begitu senyap. Hatiku sepi tak ada lagi warna dalam hidupku, hanya hitam dan gelap. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Ibu,” kata itu tak lagi mampu kuucap. Aku merasa tak pantas menyebut nama yang begitu suci tak pantas kata itu keluar dari mulutku yang kotor. Tak hanya mulut tapi seluruh diriku. Begitu kotor, hitam, gelap seperti malam yang menjadi duniaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;      Pusaran arus kesadaran membawaku ke depan pintu itu, pintu rumahku yang sekian tahun kutinggalkan. Kubayangkan guratan ketuaan di wajah ibu. Guratan wajah wanita perkasa. Wanita tangguh pahlawan yang menjaga kelangsungan hidupku. Wanita keras yang penuh kasih sayang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“&lt;i&gt;Nduk&lt;/i&gt;, ibu ndak bisa ngasih apapun buat kamu ibu cuma bisa &lt;i&gt;nyangoni ngelmu&lt;/i&gt; buat kamu, belajarlah yang rajin jadilah manusia hebat, jangan seperti Ibu.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;      Kuingat kembali kata-kata ibu menjelang kepergianku. Lirih bisik angin melintaskan kata-kata itu di telingaku. Aku tak mampu menahan air mataku untuk mengingat semua itu. Aku tetap terdiam di depan pintu ini. Aku takut, aku tak akan berani menemui sosok itu. Karena aku telah merejamkan luka begitu dalam kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;       Bayangan wajah ibu melintas sekejap di retina mataku. Bersama suara lembutnya yang selalu mengalun menyampaikan serangkaian pesan untukku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“&lt;i&gt;Nduk&lt;/i&gt;, hati-hati di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;sana&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; ndak ada siapa-siapa. Kamu harus bisa jaga diri, Ibu hanya bisa berdoa untuk kesuksesanmu dan kebaikanmu,” bisikan lirih pesan ibu mengiang kembali seperti sebuah tamparan yang begitu mengena di wajahku dan menohok hatiku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;      Begitu cepat bayangan ibu singgah berganti alunan musik disko beriringan muncul wajah Dhea, Rere, Stevi, dan Alin. Teman-temanku yang selama dua tahun dunia mereka tak terjamah olehku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Tin, ayolah sekali-kali ikut kami, nggak ada salahnya &lt;i&gt;Lu&lt;/i&gt; ikut kita-kita, mumpung ada tiket gratis nih &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;kan&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt; sayang nggak dimanfaatin, masa kamu nggak bosen kencan ma buku terus? Cepet tua &lt;i&gt;Lu&lt;/i&gt; tar.” Ajakan Rere yang disambut tertawaan yang lain membuat hatiku miris. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Tin &lt;i&gt;Lu&lt;/i&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:State&gt; cantik, sayang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalo kecantikan &lt;i&gt;Lu&lt;/i&gt; Cuma disimpen di dalam kamar bisa busuk lho, ha ha ha.” Komentar Dhea bener-bener dalam di hatiku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Tapi aku…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Tapi apa? Udahlah ikut aja &lt;i style=""&gt;Lu&lt;/i&gt; bisa pake baju gue tinggal pilih di lemari. Masa dua tahun di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; &lt;i&gt;Lu&lt;/i&gt; belum nikmatin indahnya dunia malam, kuno &lt;i&gt;Lu&lt;/i&gt;.” Aku benar-benar tak tahu kalau aku sedang dijebak oleh teman-temanku agar aku masuk dalam dunia mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku tak sadar mulai detik itu aku digiring ke dalam pekat yang tidak berujung tak lagi dalam ingatanku terlintas kata-kata ibu. Aku memasuki dunia yang gelap memasuki lorong yang salah lorong panjang yang tak menghadirkan jalan keluar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Dunia malam yang selama ini menjadi dunia Rere dan teman-teman lain yang selama ini tak tersentuh mulai mendekat. Alkohol, rokok dan klub malam yang tak tersentuh olehku mulai jadi bagian dari hidupku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku bukan lagi Titin yang pendiam dan hanya bergelut dengan setumpuk buku mulai bergelut dengan dunia hitam. Laki-laki tak lagi menjadi makhluk asing. Hidupku penuh dengan laki-laki, silih berganti seperti siang dan malam yang bergantian singgah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Tin tu cowok di meja depan tajir lho, &lt;i&gt;Lu&lt;/i&gt; dekati aja kayaknya dia ada &lt;i style=""&gt;feeling&lt;/i&gt; tuh dari tadi perhatiin &lt;i&gt;Lu&lt;/i&gt; terus.” Ocehan Alin mengalahkan musik disko yang memekakan telinga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Kudekati cowok itu dan dia mulai merayuku. Aku terjerembab kian dalam, namun lobang yang menjebakku kini benar-benar dalam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Re aku hamil,” kataku sore itu pada Rere dan jawaban yang kudapat adalah ejekan dan bahan tertawaan. Aku tahu saat itu dia sedang &lt;i&gt;fly&lt;/i&gt; tapi jawabannya cukup mendepakku menyiram lukaku dengan asam. Begitu perih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Goblok &lt;i&gt;Lu&lt;/i&gt;, kok bisa? Bodoh kamu sekarang gugurian aja tu janin ngapain juga dipelihara.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Begitu sakit kata-kata itu teman-teman yang membawaku ke dunia itu tak mau menolongku sosusi mereka memaksaku menjadi pembunuh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Entah kenapa sekelebat kesadaran muncul di benakku. Kuambil air wudlu dan kuhadapkan diriku pada Tuhan. Meski aku merasa begitu hina aku tahu Tuhan maha pengampun, aku memohon begitu lama hingga air mataku mengalir begitu banyak. Tiba-tiba sekelebat bayangan ibu tersenyum dan aku merasa begitu jauh dari orang yang melahirkanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Aku harus kembali,” gumamku lirih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Enam tahun telah merubah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; ini. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Kota&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; ini tak lagi sunyi, tapi tak sulit kutemukan rumahku. Rumah itu tetap saja seperti dulu tetap menyelip di sela gedung baru yang lebih indah. Aku masih berdiri aku tak mampu untuk menegtuk pintu. Aku merasa asing dan tak pantas masuk ke ruangan yang menyimpan sejarah hidupku. Hingga petang datang aku merasa hina tiada guna, belum lagi luka yang kutahan begitu sakit saat teman-temanku menertawakan dan menghinaku, aku tak kuat. Tap aku yankin dengan cinta ibu, aku merasakan kehangatan cinta itu yang sekian lama tertutup oleh hitamnya duniaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Nduk, kamu pulang?” Ibu mengagetkanku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Kenapa kau diam saja? Kamu nggak pernah pulang apa kamu nggak kangen Ibu?” aku masih diam tak mampu menjawab memandang muka ibu aku tidak berani. “Oh ibu,” aku menubruknya kupeluk beliau seerat-eratnya. Aku tak sempat melihat guratan kesedihan di dahinya. Wanita ini menjadi begitu tua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Ibu maafkan aku, aku telah menyakitimu.” Gumamku dalam hati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Ibu, maafkan aku,” ucapku lirih.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Kenapa Nduk? &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; apa? Bukankah kuliahmu sudah selesai?”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Iya Bu, tapi bukan itu masalahnya. Ibu….,” tak sanggup kulanjutkan kata-kataku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Ibu maafkan aku, aku hamil.” Suaraku parau beriring isak tangis. Kulihat getaran di kaki ibu dan kulihat air matanya yang tak lagi terbendung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Aku sujud di kakinya aku pegang erat kaki yang begitu lemah itu kucurahkan segala tangisanku. Aku tak sanggup berdiri, kalaupun aku mati saat ini di kakinya aku rela.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Tiba-tiba Ibu mengangkat tanganku, membimbingku untuk berdiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;“Nduk, bangunlah yang kamu lakukan memang salah tapi Ibu tak berhak menghakimi. Sudahlah apapun yang terjadi kamu tetap anakku dan aku adalah ibumu. Sudahlah hapus air matamu, temani Ibu disini, kita besarkan anakmu bersama-sama.” Tangisku semakin keras dan kueratkan pelukanku padanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Pelukan kasih sayang yang tak akan kulepas lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; line-height: 200%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;, 7 Mei 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;NB: Sebenernya kemarin dah mau buat antologi cerpen di kelas tapi sampe hari ini ga jadi2 ya udah aku masukin blog aja....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-7133300820849850762?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/7133300820849850762/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/04/sepotong-luka-untuk-ibu.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/7133300820849850762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/7133300820849850762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/04/sepotong-luka-untuk-ibu.html' title='Sepotong Luka Untuk Ibu'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-5873313838609980030</id><published>2007-04-15T20:33:00.000-07:00</published><updated>2007-04-15T20:49:48.731-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Satire....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mataku menelusup diantara sebuah koran yang terpajang di etalase di depan sebuah perpustakaan. Sebuah surat pembaca yang cukup menarik. Kenapa kubilang menarik? Surat pembaca itu dikirimkan oleh seorang dosen di sebuah universitas ex IKIP (Institut Ilmu Keguruan dan Ilmu Kependidikan). Surat itu mengutip sebuah humor tentang nasih seorang pengusaha dan seorang guru di depan pintu surga. malaikat bertanya pada sang konglomerat tentang pekerjaannya dan dia menjawab bahwa dirinya seorang pengusaha. Lantas malaikat meminta konglomerat menunggu. Sementara itu ketika seorang guru ditanya dan dia menjawab "saya seorang guru dari Indonesia" tanpa pikir panjang si malaikat berkata "masuklah". Karena tidak terima, si konglomerat protes dan malaikat menjawab "kamu sudah terlalu banyak bersenag-senang di dunia, sementara dia sudah terlalu lama menderita di dunia jadi biarlah dia beresenang-senang lebih lama di surga".&lt;br /&gt;Cukup menggelitik memang...&lt;br /&gt;Nasib guru masih menjadi pertanyaan hingga saat ini. Nasib mereka tak kunjung membaik. Justru eks orang-orang yang dulu dididiknya lebih baik dari mereka...yah pantaslah jika negara ini menjadi seperti ini. Bagaimana tidak, jika orang yang harus mengolah sumber daya manusia masih bergelut dengan kemiskinan. Mengajar sambil berpikir nanti makan apa?? Pantaslah jika hanya segelintir orang yang mau menjadi penerus sang "Oemar Bakrie" dan lebih memilih menjadi penerus pengusaha "Bakrie". Lantas bagaimana nasib pendidikan kita kelak????????&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-5873313838609980030?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/5873313838609980030/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/04/sebuah-satire.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5873313838609980030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/5873313838609980030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/04/sebuah-satire.html' title='Sebuah Satire....'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-843876722461118709</id><published>2007-04-14T20:40:00.001-07:00</published><updated>2007-04-14T20:45:27.057-07:00</updated><title type='text'>Gerimis Pagi hari</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Gerimis Suatu Pagi.........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku ingin menyusur jejakmu&lt;br /&gt;pada sisa-sisa aspal yang terbakar matahari,&lt;br /&gt;atau pada butiran lumpur yang tercecer pada sepatumu...&lt;br /&gt;Aku mencari jejakmu pada sisa embun&lt;br /&gt;yang membasahi dedaunan yang kau petik semalam....&lt;br /&gt;Aku menyusur jejakmu...&lt;br /&gt;bersama gerimis suatu pagi.... &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;Yogyakarta, April 2007&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-843876722461118709?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/843876722461118709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/04/gerimis-pagi-hari_14.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/843876722461118709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/843876722461118709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/04/gerimis-pagi-hari_14.html' title='Gerimis Pagi hari'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-4992031919597003468</id><published>2007-04-14T20:23:00.000-07:00</published><updated>2007-04-14T20:38:02.706-07:00</updated><title type='text'>Catatan Suatu Pagi</title><content type='html'>Yogyakarta di Subuh Buta....&lt;br /&gt;Matahari masih belum terjaga, saat aku melangkahkan kaki dengan sepatu kets ke arah jalanan....Sepi, hanya beberapa kendaraan saja yang lalu lalang.&lt;br /&gt;Angin masih menghembuskan kesegaranyya. hanya beberapa sepeda dengan pengendara-pengendara tangguhnya menembus dinginnya Jogja pagi hari.&lt;br /&gt;Perempuan-perempuan perkasa yang tengah berjuang untuk hidupnya mengayuh onthel bergelut dengan embun yang masih tersisa di dedaunan......&lt;br /&gt;Dan kehidupan pun terus berjalan...&lt;br /&gt;Aku terus melangkah...melihat sekitar..hanya di subuh buta ku mampu menikmati nyamannya Jogja karena setelah sang raja siang bangun....Jogja pun berhenti nyaman...Polusi di sana-sini, gerah, dan panas.....dan tak bersahabat.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-4992031919597003468?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/4992031919597003468/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/04/catatan-suatu-pagi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4992031919597003468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4992031919597003468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/04/catatan-suatu-pagi.html' title='Catatan Suatu Pagi'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-6156822531469512551</id><published>2007-03-25T22:28:00.001-07:00</published><updated>2008-12-08T16:53:44.966-08:00</updated><title type='text'>Malam.......</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/RiDGnyQ_VWI/AAAAAAAAAA0/k_ZfsWLrNlI/s1600-h/malam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/RiDGnyQ_VWI/AAAAAAAAAA0/k_ZfsWLrNlI/s320/malam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5053257168719926626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Catatan Suatu Malam&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Malam ini entah mengapa mata tak jua terpejam....&lt;br /&gt;obrolan telah usai....&lt;br /&gt;rokok2 telah mati dan yang lain telah terpejam..&lt;br /&gt;namun mata ini masih nanar...&lt;br /&gt;tak bisa terpejam..&lt;br /&gt;tetap membelalak menatap gelap yang kian hitam...&lt;br /&gt;sementara kabut makin mendingin...&lt;br /&gt;mengkristalkan segalanya membekukan segala.........&lt;br /&gt;aku masih terpekur......&lt;br /&gt;menatap langit pagi ini yang menjadi dingin oleh jutaan bintang yang bertahta tanpa rembulan.........&lt;br /&gt;kemana rembulan ?gumamku...&lt;br /&gt;kenapa ia tak muncul....&lt;br /&gt;apa dia telah bosan....&lt;br /&gt;ataukah telah lelah.....&lt;br /&gt;entahlah....&lt;br /&gt;yang jelas malam begini dingin...&lt;br /&gt;dan hanya uap air semakin membekukan suasana....&lt;br /&gt;hingga sepi hampir mengulitiku dengan tajamnya pisau kesunyian....&lt;br /&gt;syahdu....&lt;br /&gt;alam tak berteriak atau berisyarat......&lt;br /&gt;semakin dingin...&lt;br /&gt;tak ada kebekuan yang cair........&lt;br /&gt;hati ini kian membatu...&lt;br /&gt;menunggu..........&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-6156822531469512551?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/6156822531469512551/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/malam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6156822531469512551'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/6156822531469512551'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/malam.html' title='Malam.......'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/RiDGnyQ_VWI/AAAAAAAAAA0/k_ZfsWLrNlI/s72-c/malam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-2348968495414035501</id><published>2007-03-25T22:22:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T03:45:09.658-07:00</updated><title type='text'>Untuk Lelakiku...........</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 102, 204);"&gt;&lt;strong&gt;Untuk Lelakiku&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengenangmu lelakiku&lt;br /&gt;Saat gerimis menyambutku&lt;br /&gt;Bersama angin gunung&lt;br /&gt;Yang menghempas bunga-bunga jagung&lt;br /&gt;Yang siap tersemai&lt;br /&gt;Aku ingin memelukmu lelakiku&lt;br /&gt;Saat dingin angin menyeruak&lt;br /&gt;Menggilas tubuhku&lt;br /&gt;Diantara pematang kebun teh&lt;br /&gt;Aku ingin mencintaimu seperti angin gunung itu&lt;br /&gt;Menyeruak menembus kulitku lalu menyatu&lt;br /&gt;Bersama aliran darah&lt;br /&gt;Dan menyusup di setiap inci tubuhku&lt;br /&gt;Erat mendekapku&lt;br /&gt;Aku ingin menyatu&lt;br /&gt;Hanya jiwaku dan jiwamu&lt;br /&gt;Slalu……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;Wonosobo, 23 Januari 2007&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-2348968495414035501?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/2348968495414035501/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/mengenangmu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/2348968495414035501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/2348968495414035501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/mengenangmu.html' title='Untuk Lelakiku...........'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-411366204272898948</id><published>2007-03-25T22:14:00.000-07:00</published><updated>2007-03-25T22:15:56.610-07:00</updated><title type='text'>Tak Sebatas Impian</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;TAK SEBATAS IMPIAN&lt;br /&gt;Aku hanya bisa menatapnya dari balik kacamata minusku. Klasik memang, hari gini aku masih saja nggak berani untuk mendekati cowok. Memang begitulah aku. Tumpukan buku menjadi sahabatku sehari-hari mulai dari diktat kuliah sampai novel-novel mutakhir yang menurut dosenku menunjukan kekosongan eksisitensial penulisnya. Ya, kekosongan itulah yang mewarnai hidupku.&lt;br /&gt;Hari ini untuk kesekian kali aku hanya bisa menatap sosok itu menaiki tangga di sebelah ruang kuliahku. Sosok yang begitu sempurna dimataku. Dony Setyawan namanya, dialah sosok pertama yang menciptakan gemuruh di hatiku.&lt;br /&gt;Semalam aku habis melahap trilogi-nya Fira Basuki Jendela-jendela, Pintu, dan atap sehingga pagi ini aku kesiangan. Setengah berlari aku menaiki tangga namun belum sampai anak tangga terakhir sebuah teriakan memanggil namaku. “Tya,” begitu mengagetkanku teriakan itu. “Oh my God, mimpikah aku seorang Dony memanggilku. “Tunggu Tya,” dan kuhentikan langkahku dan ia pun mensejajarkan langkahnya denganku. Aku tak peduli lagi akan keterlambatanku, bahkan kucoba mencubit diriku sendiri kuyakinkan bahwa aku sedang tidak bermimpi.&lt;br /&gt;Sekian menit aku bersamanya dan aku merasa bahagia hingga Dony mengingatkan bahwa aku harus kuliah. Tapi percuma dosenku tak bisa menoleransi keterlambatanku. Aku tak ikut kuliah, tapi aku bahagia apalagi sebelum berpisah Dony meminta nomor Hpku dan berjanji akan menghubungiku.&lt;br /&gt;Betapa bahagianya hatiku tak ada hal lain dalam otakku hanya Dony bahkan buku-buku favoritku pun menjadi tidak menarik lagi. Sampai sore hari kutunggu janjinya. Menjelang malam ponselku berbunyi dan sebuah nomor baru masuk ke ponselku. Kuangkat teleponnya dan dari ujung sana kudengar suaranya.&lt;br /&gt;“ Tya, maafin aku ya gara-gara aku kamu jadi terlambat.”&lt;br /&gt;“ Nggak papa kok Don, aku malah senang kamu kita bisa ketemu dan ngobrol-ngobrol.”&lt;br /&gt;“Oh ya udah maaf ya ganggu, tar aku SMS aja ya pulsaku limit nih, bye.”&lt;br /&gt;Kutunggu SMSnya tapi tak ada pesan masuk ke inboxku. Aku putus asa tapi aku tak berani untuk menghubunginya tak berani untuk memulai percakapan dengannya.&lt;br /&gt;Dua hari, tiga hari, satu minggu tak jua kudengar kabar darinya. Aku kembali menjadi Tya yang terpuruk di balik setumpuk buku.&lt;br /&gt;Berminggu-minggu tak ada kabar, aku mulai menjalani rutinitasku yang menyebalkan. Tanpa sengaja aku melihatnya di kerumunan cewek di pojok ruangan, mereka sedang bercengkerama. Hatiku panas, mungkinkah aku cemburu? Aku hanya bisa memandangnya saat cewek-cewek centil itu menggodanya sambil mendengar suara hatiku yang menertawakan ketidak beranianku untuk menyapanya.&lt;br /&gt;“Bodoh kamu Tya, kalau kamu diam saja mana mungkin dia tiba-tiba akan jatuh ke hadapanmu  membawa sekeranjang kata cinta.”&lt;br /&gt;Entah kenapa suara dari bawah alam sadarku tadi begitu memukul aku. Akhirnya kucoba untuk sekedar miscall dia dan ternyata dia SMS aku.&lt;br /&gt;Knp Tya kok cuma miscall? Kangen ya?&lt;br /&gt;Deg SMS itu membuat pipiku merona seketika, “kok dia bisa tahu kalau aku merindukannya?” Akupun tak menyia-nyiakan waktu untuk membalasnya.&lt;br /&gt;“Cuma ngetes aja apa nomormu masih aktif,  km ga pernah SMS aq lg sih”&lt;br /&gt;Dan kukirimkan pesan singkat itu kepadanya dan tak lama kemudian masuklah sebuah report&lt;br /&gt;Message delivered&lt;br /&gt;Kutunggu lima menit hingga dia membalasnya&lt;br /&gt;Sory Tya aq lg sbk, tgsku bnyk n aq lg ada mslh nih ma seseorg&lt;br /&gt;Kupikir pasti masalah dengan ceweknya kuberanikan diri menanyakan itu dan tak kuduga ternyata pertanyaanku tepat&lt;br /&gt;Ya gt deh, kt tmnku dy liat ce ku jln ma co lain n aq dah bktikan sndr&lt;br /&gt;Dengan bijak kucoba memberi solusi kepadanya&lt;br /&gt;“coba dl km tny ke dy sp tw co itu kakaknya ato sdrnya, jgn buru2 termakan gossip penyesalan selalu dtng terlambat lo!”&lt;br /&gt;kutunggu lama sekali dia tidak membalas. Kupikir dia marah atas kata-kataku tapi akhirnya kuterima balasan darinya.&lt;br /&gt;Sory lm blsnya km bnr jg tp aq ykn coz aq prnh dikenalin ke sdr2nya, jujur aq plng ga sng diboongin thanx ya  sarannya km ce yg  pngrtian co km psti sng&lt;br /&gt;Kubaca pesan singkat itu berulang-ulang, andai dia tahu kalau dialah yang selama ini ada dihatiku dan tidak kusediakan ruang dihatiku ini untuk orang lain.&lt;br /&gt;Sejak saat itu ia rajin SMS aku bahkan hanya untuk sekedar menanyakan kabar dan berita darinya yang terakhir kudengar bahwa ia telah putus dari ceweknya. Mendengar itu aku tak tahu harus sedih atau bahagia. Sedih karena apa yang kusarankan padanya tak ada yang berguna, bahagia karena akhirnya ada kesempatan untukku.&lt;br /&gt;Tapi kupikir aku hanya bermimpi untuk mendengar kat cinta darinya. Mungkin aku punyakesempatan tapi bukankah di luar sana masih banyak cewek-cewek yang berebut cintanya. Aku tak yakin pada diriku sendiri tapi aku mencoba tetap positif thinking karena aku percaya bahwa apa yang kita pikrkan itulah yang terjadi dan peluang untuk mendapatkan Dony tetap ada.&lt;br /&gt;Sore itu Dony datang kerumah. Dia mengembalikan buku yang dipijamnya dariku seminggu yang lalu. Tanpa kuduga di dalamnya terselip sebuah surat. Kubuka sampul ungu yang cantik dan kunikmati baris demi baris kata-katanya&lt;br /&gt;Tya…&lt;br /&gt;Mungkin kamu tak menduga aku akan mengatakan ini. Teramat sulit untukku tapi jujur lebih sulit lagi untuk menutupinya….&lt;br /&gt;Setelah aku mengenalmu kurasakan sesuatu yang berbeda. Kamu tak seperti cewek-cewek lain yang menarik perhatianku dengan dandanan yang modis dan trendy. Kamu mampu mampu membuatku jatuh cinta dengan kepribadian, perhatian, dan kecerdasanmu.&lt;br /&gt;Hanya itu yang bisa kuungkap I love u. would you like to be my girl friend?&lt;br /&gt;Dony&lt;br /&gt;Rasanya aku ingin menangis membacanya tak kusangka semua ini terjadi. Dony yang kukira hanya ada dalam mimpiku ternyata tak sebatas impian. Aku bahagia ternyata benar kata hatiku aku tak akan mendapatkannya kalau aku hanya diam dan terus berpikir bahwa aku tidak bisa. Tanpa pikir panjang kupencet keypad Hpku. Kuhubungi dia dan ketika tersambung aku hanya bisa berkata&lt;br /&gt;“Love u too, Dony.”&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-411366204272898948?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/411366204272898948/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/tak-sebatas-impian.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/411366204272898948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/411366204272898948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/tak-sebatas-impian.html' title='Tak Sebatas Impian'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-4310100251837537122</id><published>2007-03-25T22:08:00.001-07:00</published><updated>2007-03-25T22:08:56.655-07:00</updated><title type='text'>Karena Cinta tak Memilih....</title><content type='html'>Karena Cinta Tak Memilih…..&lt;br /&gt;“Radith,” kusentuh pundaknya dan perlahan dia menoleh ke arahku. Bisikanku cukup mengagetkannya.&lt;br /&gt;“Rat, bagaimana? Cukupkah waktu yang kuberikan padamu? Ra, aku siap menerima apapun kenyataan yang akan kudengar darimu.”&lt;br /&gt;Aku tetap beku mendengar semua kata-kata Radith. Aku tak bergeming aku tak tahu harus berkata apa justru ketika Radith tak lagi membisu.&lt;br /&gt;Karena aku wanita yang tak mampu bersetia.&lt;br /&gt;“Wanita mana yang takkan terbuai ketika sebuah kasih sayang dan perhatian besar datang membuainya,” bisik suara hatiku.&lt;br /&gt;Aku tak bisa bertahan ketika sosok yang kini diam disampingku ini mengurai sejuta kata cinta dan memberi kasih sayang yang tak diberikan Bayu padaku. Karena Radith mampu mencari celah diantara kesenanganku, karena dia mampu memberikan semua yang tak kudapat dari Bayu kekasihku dan dia mampu menggoyahkan hatiku yang selama ini begitu kokoh bersetia pada Bayu.&lt;br /&gt;Bayu yang selama beberapa tahun ini setia padaku, hanya karena dia tak selalu ada disampingku maka aku berpaling. Bayu seperti namanya yang berarti angin selalu mengembara tak pernah kutahu dimana dia berada mungkin di dasar jurang ataupun di puncak gunung karena dia adalah seorang petualang yang tak pernah bisa diam. Saat aku menggigil di bawah selimut dimana dia entahlah mungkin dia sedang berselimut malam ataukah bermandikan hujan aku tak tahu.&lt;br /&gt;Dia tidak romantis tapi begitu setia bahkan terlalu setia. Sementara Radithya, matahari yang tak pernah lelah memberikan sinar cintanya padaku. Aku bingung tak tahu mana yang harus kupilih. Bayu dengan kesetiaannya ataukah Radith dengan segudang perhatiannya?&lt;br /&gt;“Rat, kutahu sulit bagimu untuk memilih tapi aku siap terhadap pilihanmu, sudah dua jam kau tetap bisu ayolah aku tak mau kau diam dan misterius seperti malam yang merupakan terjemahan dari namamu, please Rat!” dan aku masih tak mampu berkata. Aku sangsi akan apa yang akan kukatakan padanya.&lt;br /&gt;“Mungkin akan ada rasa sakit hati tapi percayalah aku tak selemah yang kau kira. Aku laki-laki dan aku bukan pengecut apapun keputusanmu akan kuterima. Lebih baik sakit sekarang daripada nanti, bukankah akan sama saja sekarang, besok, atau lusa?”&lt;br /&gt;Aku sudah akan berkata ketika sekelebat bayangan Bayu melintas seperti angin dihadapanku kemudian berganti Radith dangan ekspresinya yang tak bisa kutebak.&lt;br /&gt;“Rat, sampai kapan kau akan diam? Bukankah lebih baik bicara daripada diam dan membuat orang lain berburuk sangka? Katakan Rat, meski itu akan menyakitkan,” Radith menatapku tak seperti biasanya, begitu tajam dan aku hanya bisa diam tak bergeming.&lt;br /&gt;“Rat, mungkin salahku hadir diantara kalian, tapi bukankah kau tak pernah keberatan atas kehadiranku?” aku ingin berlari saja mendengar kata-kata Radith yang kian memojokkanku.&lt;br /&gt;“Ratri, ayolah jangan terus menyimpan misteri, apa karena namamu yang berarti malam maka kau harus menyimpan misteri, gelap seperti malam? Jawablah dewi malamku.” Dasar Radith masih sempat dia merayuku.&lt;br /&gt;“Jangan terlena Ratri!” bisik suara hatiku.&lt;br /&gt;Sekilas bayangan Bayu muncul lagi melintas dan tertangkap retina mataku, sosok pria setia yang tak pernah romantis. Hanya sekali ia menunjukkan keromantisan pada dirinya.&lt;br /&gt;Pagi itu pertengahan Januari, masih kuingat hujan di dini hari. Dia mengetuk pintu kamarku dan membawakanku setangkai edelweiss dari Merbabu katanya. Tak ada kata cinta dan itulah sikapnya yang paling romantis yang terkenang dalam ingatanku. Hanya itu, tak sebanding dengan perhatian Radith. Karena ia sangat peduli bahkan untuk perhatian-perhatian kecil yang sering terabaikan dan dianggap remeh.&lt;br /&gt;Seiring senja yang kian memerah aku harus menentukan manakah yang akan kupilih. Aku sudah menentukan pilihanku. Sudah kutimbang masak-masak apa yang akan aku katakan.&lt;br /&gt;“Radith, aku akan jawab apa yang ingin kamu dengar, aku berhak untuk memilih dan aku memilih untuk tak memilih Dith, aku tak memilih kalian berdua. Bukankah ini adil? Itulah pilihanku aku tak memilih kau maupun Bayu karena aku tak mau ada yang bahagia dan menari diatas tangis yang lain. Ini adil untuk kita bertiga, aku tak mau dengan memilih salah satu akan menyakiti yang lain. Meskipun aku juga harus sakit karena aku kehilangan kalian. Adilkan? Kita bertiga sama-sama sakit.” Kutarik nafasku dan kuselesaikan ucapanku. Berat harus melepas semuanya tapi tak adil jika aku harus memilih salah satunya.&lt;br /&gt;“Makasih Rat, tak kusangka kau rela kehilangan aku dan Bayu sebagai konsekuensi atas keputusanmu tapi aku hargai keputusanmu,” ucapnya parau. Kulihat ada segurat kesedihan di matanya. Mata yang sekian lama ceria kini murung, muram tak ada cahaya.&lt;br /&gt;Kuikuti langkahnya meninggalkan pantai ini. Angin senja mempermainkan rambutku. Kulihat sosok Radith dari balik punggungnya ada kesedihan disana. Aku pun merasakannya aku sedih harus melepaskannya tapi aku tak mau menyakiti Bayu yang begitu setia padaku.&lt;br /&gt;“Rat, terima kasih kau berikan kesempatan untuk menyayangimu meski hanya sesaat tapi percayalah kau akan tetap menjadi yang paling berkesan. Rat, mungkin kita dulu memulai dengan awal yang salah, jika suatu saat ada kesempatan aku akan memulainya dengan awal yang lebih indah agar tak begini akhirnya. Sekarang aku harus pergi, dan rasakanlah jika dengan kepergianku ada satu hal yang terasa kurang pada dirimu berarti ada cinta di sana, di dasar hatimu untukku.” Dilepasnya tanganku dan kubiarkan dia pergi. Aku mematung tak bergeming membiarkannya meninggalkanku.&lt;br /&gt;Kutatap kepergiannya bersama segurat cahaya lembayung yang kian redup. Tiba-tiba kurasakan kehampaan, apakah karena mentari itu pergi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-4310100251837537122?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/4310100251837537122/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/karena-cinta-tak-memilih.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4310100251837537122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/4310100251837537122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/karena-cinta-tak-memilih.html' title='Karena Cinta tak Memilih....'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-7785507124035293016</id><published>2007-03-25T22:00:00.000-07:00</published><updated>2008-12-08T16:53:45.086-08:00</updated><title type='text'>Perjalanan Sepotong Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/RhiIftkmBII/AAAAAAAAAAs/_sobZSrsSmw/s1600-h/pejalanan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 136px; height: 130px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/RhiIftkmBII/AAAAAAAAAAs/_sobZSrsSmw/s320/pejalanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5050937060486415490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sepotong cinta....&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Entahlah sepotong cinta itu benar-benar kumiliki atau tidak....&lt;br /&gt;Nanar mataku menatap sosok lelaki yang berbaring di sebelahku malam ini...&lt;br /&gt;Diakah sepotong cinta yang kutemukan.........&lt;br /&gt;Ataukah hanya sama seperti yang lain singgah sesaat kemudian menjalankan perjalanan dan menjadikanku hanya semacam stasiun tempat mereka singgah sejenak melepas penat, hanya sekedar tempat istirahat mengurangi beban berat yang membuncah mengurangi lelah yang singgah pada tubuh penat mereka.....&lt;br /&gt;Aku sudah lelah sayangku......&lt;br /&gt;Aku sudah tak ingin lagi menjadi stasiun yang hanya digunakan sebagai tempat singgah untuk sementara sebelum perjalanan harus dilanjutkan.......&lt;br /&gt;Aku ingin menjadi stasiun terakhir bagi keretamu lelakiku............&lt;br /&gt;tapi aku ragu masihkah kau lanjutkan perjalanan itu dan meninggalkanku nanti???&lt;br /&gt;Lelakiku kau masih berbaring, begitu indah memandang sunggingan senyummu kala kelelahan menghimpitmu..Siapakah yang membuatmu tersenyum lelakiku?Apakah sesosok bidadari yang memelukmu dalam mimpi indahmu???&lt;br /&gt;Lelakiku takkah kau lelah juga.........&lt;br /&gt;Sudah puluhan wanita bergantian mengisi hidupmu,.,.Terpajang dalam etalase yang memamerkan senyum mereka........Demikian juga aku lelakiku...aku sudah bener-benar tertatih kecewa dan kecewa.....terluka-dan terluka....&lt;br /&gt;Perjalanan sepotong cintaku yang kini kau pungut, masihkah akan kau buang lagi??&lt;br /&gt;"aku menyayangimu sayangku..." katamu dalam igauan, mengagetkanku yang tengah memandang sungginganmu.....&lt;br /&gt;"apakah sayang itu sepenuhnya milikku?"&lt;br /&gt;aku tak percaya lelakiku, tapi untuk curiga kau berdusta aku sudah tak mampu....&lt;br /&gt;Aku sudah lelah menyandarkan hubungan pada sebuah ketidakpercayaan,...' aku sudah tak kuasa lagi.....&lt;br /&gt;lelakiku perjalanan sepotong cintaku pun ingin berhenti jika aku kereta dan kau stasiun maka aku inin kau menjadi stasiun terakhir yang akan kujadikan persinggahan terakhir......Dan seandainya kau kereta aku ingin menjadi stasiun tempat persinggahan terakhir bagi perjalanan sepotong cintamu...............&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-7785507124035293016?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/7785507124035293016/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/perjalanan-sepotong-cinta.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/7785507124035293016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/7785507124035293016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/perjalanan-sepotong-cinta.html' title='Perjalanan Sepotong Cinta'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/RhiIftkmBII/AAAAAAAAAAs/_sobZSrsSmw/s72-c/pejalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3458594361228622530.post-188222301050881578</id><published>2007-03-24T23:22:00.000-07:00</published><updated>2007-03-24T23:27:08.430-07:00</updated><title type='text'>the beginning......</title><content type='html'>Ini adalah sebuah awal.  Awal dimana aku mulai mencoba mengungkapkan segala dalam kata. bukan resah atau gundah namun hanya secoret kisah...kisah tentang manusia, tentang makhluk yang penuh problematika........makhluk yang tak pernah lelah menjalani segala pilihan yang tersaji di meja kehidupan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3458594361228622530-188222301050881578?l=mengalir-saja.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/feeds/188222301050881578/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/beginning.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/188222301050881578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3458594361228622530/posts/default/188222301050881578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mengalir-saja.blogspot.com/2007/03/beginning.html' title='the beginning......'/><author><name>Eka Zul</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17108650622083935964</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_swb2QGMJEXI/SxeUR1Z9WEI/AAAAAAAAAB0/Ri_NJTOG7Vk/S220/1.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
